Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 11:49 WIB

Inovasi Kapal Selam Otonom KSOT-008 dalam HUT ke-80 TNI

Author

Inovasi Kapal Selam Otonom KSOT-008 dalam HUT ke-80 TNI

Dalam perayaan HUT ke-80 TNI yang berlangsung di Monas pada tanggal 5 Oktober 2025, kapal selam tanpa awak otonom KSOT-008 menarik perhatian banyak pengunjung.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Kapal selam ini merupakan inovasi yang dihasilkan oleh PT PAL Indonesia (Persero) dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan maritim Indonesia.

Inovasi Pertahanan Maritim

Kapal Selam Autonomous (KSOT-008) diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya dalam acara HUT ke-80 TNI. Kapal ini dirancang dengan ukuran lebih kecil dibandingkan kapal selam konvensional namun dilengkapi dengan teknologi canggih.

Mengambil langkah maju dalam sektor pertahanan, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Diehl Defense dari Jerman, yang memiliki spesialisasi dalam produksi missile bawah laut. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kapal selam dalam menghadapi tantangan di laut.

Menurut PT PAL, KSOT-008 dirancang dengan kemampuan otonom yang memungkinkan untuk beroperasi tanpa awak, memastikan operasi lebih efisien dan dengan risiko yang lebih rendah bagi personel.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Spesifikasi dan Kapabilitas KSOT-008

KSOT-008 memiliki bobot total 37,28 ton, panjang 15 meter, lebar 2,2 meter, dan draft 1,85 meter. Kapal ini mampu beroperasi pada kecepatan maksimum 20 knot, menjadikannya sebagai suatu aset penting dalam armada maritim Indonesia.

Dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI), kapal ini dapat dikendalikan dari jarak jauh, memungkinkan pengiriman data dan informasi ke pusat komando secara real-time. Hal ini membawa efisiensi dalam pelaksanaan misi-misi strategis.

Konsep pengembangan KSOT-008 menghadirkan kemampuan baru dalam pertahanan maritim, dengan potensi untuk melaksanakan patroli serta meluncurkan torpedo dari kedalaman laut.

Potensi dan Tantangan Produksi

Dalam konteks luas wilayah Indonesia yang terdiri dari 70% perairan, pengembangan kapal selam seperti KSOT-008 dianggap sebagai langkah yang strategis. Kapal ini diharapkan dapat menjawab tantangan keamanan di wilayah perairan Indonesia.

Tidak hanya itu, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produksi KSOT-008 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kapal perang lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menumbuhkan industri pertahanan dalam negeri.

Dengan banyak negara maju belum memiliki kapal selam otonom, KSOT-008 dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia dalam pengembangan teknologi kapal selam.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU