Kasus Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis Mencapai 6.457 Korban, Perbaikan Ditekankan
Kasus keracunan makanan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 6.457 orang, sebagian besar disebabkan oleh dapur yang tidak mematuhi prosedur operasional standar. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa perbaikan adalah langkah yang diperlukan, bukan penghentian program itu sendiri.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Prasetyo menjelaskan pentingnya kesesuaian dengan SOP di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah terulangnya masalah serupa. Pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini, termasuk menghadirkan peraturan presiden mengenai MBG.
Data Kasus Keracunan MBG
Sejak dilaksanakannya program Makan Bergizi Gratis, tercatat sebanyak 6.457 orang terkontaminasi makanan. Wilayah II, yang mencakup Pulau Jawa, menjadi yang paling parah terimbas dengan jumlah korban mencapai 4.147 orang.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa masalah sanitasi air di beberapa SPPG berkontribusi pada tingginya angka keracunan ini. Banyak dapur yang terlibat dalam program MBG tidak memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan, yang berpotensi memicu kasus keracunan makanan selama dua bulan terakhir.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Kepentingan Mematuhi SOP
Ketidakpatuhan terhadap SOP di SPPG menjadi penyebab utama kasus keracunan makanan yang terjadi. Prasetyo Hadi menekankan, "Karena data juga mengatakan bahwa di tempat-tempat yang terjadi permasalahan, hampir semuanya karena tidak menjalankan prosedur seperti yang seharusnya."
Mematuhi SOP dianggap sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Pemerintah telah merencanakan evaluasi menyeluruh dan perbaikan terhadap semua aspek pelaksanaan program ini.
Perbaikan Program MBG dan Rencana Perpres
Menteri Prasetyo memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan terus berlanjut dengan perbaikan yang diperlukan. Dia menegaskan, "kekurangan yang terjadi itu yang kita perbaiki," dan menolak untuk menghentikan program tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa Perpres mengenai MBG sedang dalam proses penyempurnaan dan diperkirakan akan diratifikasi dalam pekan ini. Ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan dalam program tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: