Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 17:19 WIB

Memahami Tekanan Darah Rendah: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Author

Memahami Tekanan Darah Rendah: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Tekanan darah rendah, meski tak sepopuler hipertensi, bisa menjadi indikasi bahwa ada masalah dalam tubuh kita. Kondisi ini, yang juga dikenal sebagai hipotensi, mungkin tidak selalu disadari oleh banyak orang namun dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Gejala seperti pusing dan kelelahan patut diwaspadai, terutama jika terjadi mendadak. Memahami ciri-ciri dan penanganan hipotensi sangat penting agar kondisi ini tidak berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

Apa itu Tekanan Darah Rendah?

Tekanan darah rendah terjadi ketika angka tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Meskipun ada orang yang merasa baik-baik saja, tidak jarang hipotensi menimbulkan beberapa gejala yang kurang nyaman.

Hipotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti dehidrasi, kurangnya asupan nutrisi, dan sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu. Dengan memahami penyebab dan gejala, individu dapat lebih mudah mengenali kondisi ini sejak dini.

Ciri-Ciri dan Gejala Hipotensi

Beberapa gejala umum dari tekanan darah rendah termasuk pusing atau merasa ringan kepala, terutamanya saat berdiri secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena aliran darah ke otak berkurang saat bergerak.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Selain pusing, penderita hipotensi sering merasakan kelelahan atau kelemahan, menariknya, kadang-kadang disertai dengan mual. Penting bagi mereka yang mengalami gejala ini untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Keringat berlebih dan kulit yang dingin pun bisa menjadi indikasi adanya masalah pada tekanan darah. Mengabaikan tanda-tanda ini bisa berisiko, karena bisa jadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami stres.

Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Salah satu cara mengatasi tekanan darah rendah adalah dengan meningkatkan asupan cairan. Memperbanyak minum air dan sedikit menambah asupan garam dapat membantu meningkatkan tekanan darah.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, seperti sayuran hijau dan buah-buahan, juga berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Sebaiknya hindari perubahan posisi secara cepat untuk mengurangi risiko pusing.

Jika gejala terus berlanjut, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain yang lebih serius atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU