Budaya gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Indonesia kini kian terpinggirkan. Pengaruh modernisasi dan individualisme mengancam nilai-nilai kebersamaan yang telah ada sejak lama.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Artikel ini membahas penyebab hilangnya gotong royong dan pentingnya mengembalikan semangat tersebut dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Upaya bersama diperlukan agar nilai ini tidak punah.
Sejarah dan Makna Gotong Royong di Indonesia
Gotong royong merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Indonesia. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi nilai-nilai sosial dan budaya yang mengikat antarwarga.
Secara etimologi, istilah gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti membawa dan 'royong' yang berarti bersama-sama. Konsep ini mencerminkan kolaborasi serta partisipasi semua anggota komunitas tanpa mengharapkan balasan.
Dahulu, gotong royong diterapkan dalam berbagai aktivitas sosial seperti membangun infrastruktur, merayakan peringatan, dan membantu sesama. Namun, modernisasi dan urbanisasi membawa pergeseran nilai yang mendasar terhadap praktik ini.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Faktor-faktor yang Mempercepat Memudarnya Gotong Royong
Salah satu penyebab signifikan hilangnya budaya gotong royong adalah perkembangan teknologi informasi yang pesat. Keterhubungan melalui alat komunikasi digital mengurangi interaksi tatap muka yang selama ini memperkuat hubungan antarwarga.
Kemudian, tingginya mobilitas penduduk akibat urbanisasi telah menciptakan komunitas yang lebih beragam. Dinamis ini mengakibatkan relasi antaranggota menjadi lemah, sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan yang bersifat kolektif.
Selain itu, perubahan gaya hidup yang semakin individualistis menyebabkan masyarakat lebih menghargai kepentingan pribadi. Fokus pada kesibukan masing-masing membuat mereka abai akan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan di sekitarnya.
Langkah-langkah untuk Mengembalikan Budaya Gotong Royong
Mengembalikan budaya gotong royong memerlukan usaha serentak dari seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan yang mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial sebaiknya dimulai dari usia dini agar generasi muda memahami pentingnya gotong royong.
Kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, seperti kerja bakti dan acara sosial, perlu digalakkan. Melalui kegiatan ini, bukan hanya lingkungan fisik yang diperbaiki, tetapi juga hubungan antarpersonal dapat terjalin lebih erat.
Dalam hal ini, kebijakan publik yang mendukung penanaman nilai gotong royong, termasuk program pemberdayaan masyarakat, harus diwujudkan sebagai langkah konkret untuk menumbuhkan kembali semangat kerjasama dalam lingkungan masyarakat.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: