Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 21:38 WIB

Dukungan Internasional untuk Palestina: Pernyataan Mantap Presiden Mahmud Abbas

Author

Dukungan Internasional untuk Palestina: Pernyataan Mantap Presiden Mahmud Abbas

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengapresiasi dukungan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Abbas menyerukan agar Hamas segera menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pernyataan ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi stabilitas pemerintahan di Gaza, di tengah kekhawatiran akan bentrokan kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.

Penegasan Abbas terhadap Peran Hamas

Abbas menegaskan, "Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan (Gaza). Hamas dan faksi-faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka kepada Otoritas Palestina." Pernyataan ini menunjukkan sikap tegasnya terhadap keberadaan kelompok bersenjata di wilayah yang dikelolanya.

Dalam pernyataan tersebut, Abbas juga mengecam tindakan kekerasan terhadap warga sipil, mengacu pada insiden serius yang terjadi pada 7 Oktober 2023. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan warga di tengah ketegangan yang berlangsung.

Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi

Seruan untuk Gencatan Senjata dan Bantuan Kemanusiaan

Abbas melanjutkan, "Kami menyerukan gencatan senjata segera. Kami perlu mengirimkan bantuan ke Gaza." Pernyataan ini mencerminkan urgensi pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di wilayah yang terdampak konflik.

Ia juga memberikan penghargaan kepada negara-negara seperti Mesir dan Qatar atas usaha mereka dalam memediasi penyelesaian konflik. "Kami memuji peran Mesir dan Qatar dalam memediasi berakhirnya perang," ungkap Abbas.

Pentingnya Dukungan Internasional

Abbas menekankan bahwa di samping gencatan senjata, pembebasan tawanan juga merupakan hal yang sangat diperlukan. Dalam konteks ini, ia menegaskan, "Kami membutuhkan pembebasan tawanan," menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap isu hak asasi manusia.

Ia juga mencatat keberatan Mesir dan Yordania terkait rencana pemindahan warga Palestina, yang menunjukkan solidaritas regional dalam memperjuangkan hak-hak warga Palestina.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU