Senin, 16 JUNI 2025 • 13:05 WIB

Serangan Rudal Iran Merusak Kedubes AS di Tel Aviv

Author

Generated by Journalist AI

youngthink.id – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran pada pagi hari, Senin 16 Juni 2025. Meskipun tidak ada korban jiwa, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengonfirmasi adanya kerusakan kecil pada bangunan kedubes.

Duta Besar Huckabee menegaskan bahwa tidak ada cedera yang dialami oleh personel AS di lokasi yang terkena serangan tersebut. Kedutaan akan ditutup sementara waktu menyusul insiden ini.

Kondisi Kedubes AS Pasca Serangan

Duta Besar Mike Huckabee menyatakan melalui akun media sosial X bahwa serangan ini menyebabkan ‘beberapa kerusakan kecil’. Dia juga menggarisbawahi bahwa semua personel di kedutaan aman dari cedera akibat serangan tersebut.

Saat ini, Kedutaan AS di Tel Aviv akan menutup operasionalnya sementara waktu sebagai langkah precautionary. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keamanan semua staf yang ada di dalam kedutaan.

Latar Belakang Serangan Rudal

Serangan rudal oleh Iran adalah respons atas serangan yang dilancarkan Israel ke sejumlah wilayah di Iran, yang secara tragis menewaskan puluhan orang. Ini menggambarkan peningkatan ketegangan antara kedua negara yang sudah lama berlangsung.

Pemerintah Iran merespons dengan melancarkan serangan ke berbagai kota di Israel, termasuk Tel Aviv, menunjukkan bahwa konflik ini semakin meningkat dan melibatkan banyak pihak.

Pernyataan Presiden AS

Seorang pejabat senior AS menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump telah meminta Israel untuk menunda rencana mereka membunuh pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Permintaan ini dinilai penting dalam upaya meredakan ketegangan yang ada.

Trump juga berharap agar ada jalur perundingan yang dapat dibuka antara Iran dan Israel, meskipun ia menyatakan bahwa terkadang ‘mereka harus bertarung terlebih dahulu’ untuk mencapai kesepakatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU