Selasa, 17 JUNI 2025 • 06:27 WIB

Kecelakaan Pesawat Air India di Ahmedabad: Tragisnya Nasib 270 Korban

Author

Generated by Journalist AI

youngthink.id – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Ahmedabad ketika pesawat Air India jatuh menimpa gedung perguruan tinggi kedokteran, menewaskan setidaknya 270 orang, termasuk mahasiswa dan staf medis.

Kejadian ini menimbulkan kepanikan luar biasa, dengan dokter dan mahasiswa yang selamat berjuang membantu rekan-rekannya yang terluka, menciptakan momen heroik di tengah kegelapan.

Kesaksian dari Saksi Mata

Dokter Navin Chaudhary, yang berada di lokasi kejadian, mengingat ledakan keras yang mengguncang ruang makan tempatnya berkumpul dengan rekan-rekannya. “Terjadi kebakaran dan banyak yang terluka,” ungkapnya.

Chaudhary merasa beruntung selamat, namun segera melanjutkan ke unit perawatan intensif untuk memberikan pertolongan kepada korban luka bakar. “Saya merasa bahwa sebagai seorang dokter, saya dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” katanya.

Situasi saat itu sangat mengerikan, dengan kobaran api yang membakar sekeliling dan panik yang melanda. Hanya satu penumpang dari 242 yang berhasil selamat dari tragedi ini.

Kondisi dan Upaya Pertolongan

Dalam kondisi berbahaya, mahasiswa kedokteran Akshay Zala bergegas menyelamatkan diri sambil berlari melalui asap dan debu yang menyelimuti tempat kejadian. “Saya hampir tidak bisa melihat apapun karena gumpalan asap dan debu tebal menyelimuti semuanya,” terangnya.

Zala tidak hanya berusaha untuk menyelamatkan diri, ia juga membantu merawat korban yang terluka di pusat trauma perguruan tinggi kedokteran. Ia menolong dan membalut luka yang dialaminya sendiri sambil berjuang memberikan pertolongan first aid kepada yang lain.

Para dokter yang selamat tidak berpikir dua kali untuk kembali ke reruntuhan. “Perasaan tanggung jawab itu mendorong mereka untuk menyelamatkan teman-teman mereka, meskipun situasi sangat berbahaya,” jelas Dekan perguruan tinggi, Minakshi Parikh.

Proses Identifikasi Korban

Setelah kejadian, lokasi kecelakaan dipenuhi dengan alat berat yang berusaha membersihkan puing-puing dan mencari bukti tentang penyebab kecelakaan. Pada Senin (16/6), 47 jenazah telah diserahkan kepada keluarga, sementara 92 lainnya diidentifikasi melalui pencocokan DNA.

Parikh menekankan integritas dan dedikasi para dokter yang terlibat, yang dengan berani terjun membantu menyelamatkan nyawa rekan-rekan mereka. “Hal pertama yang dilakukan para dokter yang berhasil menyelamatkan diri adalah kembali ke dalam dan menyelamatkan rekan-rekan mereka yang terjebak,” kata Parikh.

Kejadian ini menunjukkan kedalaman rasa kemanusiaan dan perlawanan yang ditunjukkan oleh para medis di tengah bencana besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU