Kamis, 03 JULI 2025 • 13:40 WIB

Krisis Politik Perdana Menteri Thailand: Paetongtarn Shinawatra Ditangguhkan Jabatan

Author

youngthink.id – Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, saat ini menghadapi krisis politik yang cukup serius setelah Mahkamah Konstitusi menangguhkan jabatannya. Hal ini menyusul penyelidikan terkait dugaan pelanggaran etika dalam percakapan teleponnya dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Sebanyak 36 anggota Senat Thailand bahkan telah mengajukan pemecatan terhadap Paetongtarn, menuduhnya melanggar konstitusi dan etika pejabat publik. Rekaman percakapan yang bocor baru-baru ini juga memicu aksi unjuk rasa besar di Bangkok.

Panggilan Telepon yang Kontroversial

Panggilan telepon antara Paetongtarn dan Hun Sen dilaporkan terjadi setelah insiden baku tembak di kawasan perbatasan yang sengketa, di mana seorang tentara Kamboja tewas. Dalam rekaman yang beredar, Paetongtarn menyebut Hun Sen dengan sebutan ‘paman’ dan menganggap militer Thailand sebagai ‘masalah’ baginya, yang dianggap sangat tidak bijaksana.

Percakapan ini jelas menggambarkan ketidakpahaman percakapan yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin negara. Bagi publik, ini menjadi momen yang memicu pertanyaan lebih jauh mengenai profesionalisme Paetongtarn sebagai seorang pemimpin.

Reaksi dan Penilaian Ahli

Greg Raymond, dosen senior di Pusat Studi Strategis dan Pertahanan, meragukan profesionalisme Paetongtarn. Ia menyatakan, ‘Ia menggunakan bahasa yang cukup sopan dan akrab dengan Hun Sen. Ini sangat tidak profesional dan menunjukkan kurangnya pengalaman politik sebagai perdana menteri.’

Sementara itu, Gordon Conochie, peneliti dari La Trobe University, menilai percakapan tersebut memperkuat kecurigaan publik mengenai kedekatan keluarga Shinawatra dengan Hun Sen. Ia berkomentar, ‘Itulah kerugian terbesar bagi Paetongtarn.’

Dampak Politik dan Hubungan Internasional

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja terkait sengketa wilayah di kawasan Kuil Preah Vihear telah berlangsung puluhan tahun. Insiden-insiden sebelumnya telah memicu aksi kekerasan antara kedua negara, yang menjadikan situasi politik semakin rumit.

Meski ketegangan meningkat, para pengamat berpendapat bahwa potensi terjadinya konflik militer berskala besar di antaranya tetap kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Paetongtarn bukan hanya pada tingkat domestik, tetapi juga pada level internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU