Selasa, 08 JULI 2025 • 05:33 WIB

Pembatalan Penerbangan di Bali Akibat Erupsi Gunung Lewotobi

Author

Generated by Journalist AI

youngthink.id – Puluhan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan pada Senin (7/7/2025) akibat erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kejadian ini menyebabkan kebingungan di kalangan ratusan wisatawan asing yang terlihat mencari informasi penerbangan yang hilang.

Kebingungan Wisatawan di Bandara

Dalam situasi mendesak, ratusan wisatawan yang telah tiba di bandara mendapati bahwa penerbangan mereka dibatalkan tanpa adanya pemberitahuan yang jelas.

Pintu masuk keberangkatan yang biasanya dijaga oleh petugas tidak ada pengawasan pada saat itu, sehingga menambah kekacauan yang terjadi.

Banyak wisatawan terlihat berpindah dari satu counter check-in ke yang lainnya untuk mencari kepastian mengenai penerbangan mereka, termasuk di counter maskapai seperti Philippine Airlines, Jetstar, dan Virgin Australia.

Seorang wisatawan asal Filipina mengungkapkan kebingungannya ketika mendapatkan informasi pembatalan menjelang kedatangan di bandara, mengungkapkan, “Notifikasinya sangat mendadak. Kami bukan dari Bali, jadi kalau begini, tinggal di mana?”

Pernyataan Resmi dari Maskapai

Agus Wisnu P Putra dari manajemen Philippine Airlines Denpasar menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang terkait pembatalan yang terjadi akibat erupsi itu.

“Kami mohon maaf atas segala ketidaknyamanan ini dan terima kasih atas pengertian Anda,” kata Agus dalam keterangan resmi.

Di counter Jetstar, situasi serupa terjadi di mana penumpang terus berdatangan untuk memastikan tiket mereka, khususnya untuk rute ke Australia seperti Melbourne, Sydney, dan Perth.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmas Syaugi Shahab, menyatakan bahwa terdapat 24 penerbangan yang mengalami pembatalan akibat erupsi tersebut, menambah jumlah ketidakpastian bagi para penumpang.

Upaya Penanganan oleh Maskapai

Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Labuan Bajo, Australia, Singapura, dan Korea Selatan juga mengalami pembatalan serta penundaan.

Pihak bandara berupaya memberikan pelayanan kepada calon penumpang yang terdampak dengan sebaik mungkin, meskipun situasi cukup menantang.

Beberapa maskapai telah mulai mengatur ulang waktu keberangkatan dan menawarkan opsi refund melalui email, untuk memudahkan penumpang tanpa harus datang ke lokasi yang padat.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi industrial penerbangan saat menghadapi situasi darurat seperti erupsi gunung berapi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU