youngthink.id – Kepolisian baru saja menutup kasus kematian diplomat Kemlu, Arya Daru, namun penutupan ini tidak luput dari keraguan masyarakat. Arya ditemukan dalam kondisi tragis dengan wajah dililit lakban kuning, membuat keluarganya menolak hasil penyelidikan yang menyimpulkan sebagai bunuh diri.
Pihak kepolisian memutuskan bahwa kematian Arya disebabkan oleh kehabisan oksigen, tetapi pernyataan tersebut dimintakan klarifikasi dan berbagai pertanyaan masih menyelimuti kasus ini.
Penyebab Kematian Arya Daru
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wira, dalam konferensi pers yang diadakan di Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa kematian Arya Daru mengarah pada kemungkinan bunuh diri. “Disimpulkan bahwa indikator daripada kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” ungkap Wira.
Namun, banyak yang skeptis terhadap penjelasan ini, dan anggapan bahwa kematian tersebut tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan orang lain semakin menguat. Meta, seorang perwakilan keluarga Arya, mengatakan, “Kami meyakini bahwa almarhum tidak seperti itu (bunuh diri).”
Keberadaan Handphone Arya Daru
Salah satu pertanyaan besar seputar kasus ini adalah hilangnya handphone Arya Daru, yaitu Samsung S22 Ultra. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa ponsel tersebut terakhir kali aktif di Mal Grand Indonesia, lokasi dimana Arya terlihat sebelum meninggal.
“Bahwa handphone Samsung Ultra 22 yang sehari-hari digunakan oleh korban sampai sekarang belum ditemukan, kami sampaikan bahwa handphone tersebut belum ditemukan,” jelas Wira. Ia menambahkan, “Kesulitannya apa terhadap handphone, perlu kami sampaikan bahwa handphone ini terakhir off berada di Grand Indonesia, kalau namanya handphone off kita juga susah untuk melacaknya.”
Pencarian Fakta yang Belum Terungkap
Tanggal 7 Juli, Arya Daru terlihat di Mal Grand Indonesia dan terekam oleh kamera CCTV sekitar pukul 17.52 WIB. Dalam rekaman tersebut, terlihat Arya antri untuk menggunakan taksi Blue Bird, membawa tas gendong dan tas belanja sambil sudah melakukan kesalahan dalam mengirim pesan WhatsApp.
“BERDASARKAN CCTV TERLIHAT KORBAN ANTRI TAXI BLUE BIRD. KORBAN MEMBAWA TAS GENDONG DAN TAS BELANJA, SESUAI DENGAN KETERANGAN SAKSI BAHWA KORBAN SALAH MENGIRIM PESAN WHATSAPP,” demikian penjelasan resmi dalam konferensi pers.
Keluarga Arya berharap untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kasus ini dan meminta agar penyelidikan terhadap rekaman CCTV dan jejak digital lainnya terus dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: