Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 05:44 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Author

youngthink.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,12%. Hal ini disampaikan dalam pidato di Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta, meski dunia sedang menghadapi perang tarif dan ketidakpastian global.

Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan Global

Dalam pidato yang disampaikan pada hari Jumat (15/8/2025), Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pencapaian yang signifikan meskipun berada dalam kondisi yang sulit. “Di tengah konflik politik, konflik ekonomi secara global, perang dagang, perang tarif, ekonomi Indonesia masih berhasil tumbuh di atas 5%, tumbuh dalam 5,12%,” tuturnya.

Prabowo juga menyampaikan harapannya bahwa para pakar memperkirakan pertumbuhan ini akan terus berlanjut. Hal ini menjadi pertanda baik bagi masa depan perekonomian yang lebih stabil.

Kondisi perekonomian yang positif ini juga dipandang sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk mendukung setiap sektor agar mampu berkontribusi lebih pada pembangunan ekonomi. Menurutnya, segala langkah yang diambil selama ini cukup menjanjikan untuk menghadapi tantangan yang ada.

Investasi yang Meningkat Drastis

Presiden Prabowo kemudian menyoroti pertumbuhan investasi yang tercatat meningkat 13,6% di awal masa kepemimpinannya. “Di tengah dunia yang tengah penuh gonjang-ganjing, realisasi investasi kita semester pertama 2025 telah mencapai Rp 942 triliun, naik 13,6% dari tahun lalu,” jelasnya.

Ia menyatakan keyakinan bahwa pencapaian ini akan memenuhi target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2025. Dengan pertumbuhan yang signifikan, pemerintah optimis investasi akan terus bertumbuh dan memberikan dampak positif pada ekonomi nasional.

Pengembangan sektor investasi ini juga diharapkan bisa menarik perhatian investor asing untuk berinvestasi lebih dalam. Hal ini penting untuk memperkuat fundamental perekonomian Indonesia yang resistens terhadap guncangan eksternal.

Serapan Tenaga Kerja yang Meningkat

Dalam keseluruhan pidato, Prabowo menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja selama masa pemerintahannya. Ia mencatat bahwa sebanyak 1,2 juta tenaga kerja Indonesia berhasil diserap dalam periode tersebut, sebuah pencapaian yang patut diperhatikan.

“Dan berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia 1.200.000 orang,” ucapnya bangga, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tingginya angka pengangguran di tanah air.

Pemerintah bertekad untuk terus berupaya menciptakan lebih banyak peluang kerja, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu. Peningkatan lapangan kerja ini diharapkan bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU