Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 03:46 WIB

Mantan Kepala BIN Ungkap Campur Tangan Asing di Balik Kericuhan Demo

Author

Generated by Journalist AI

youngthink.id – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing dalam kericuhan demo yang terjadi pada 28 Agustus di DPR RI. Ia menilai pihak asing tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kebijakan dalam negeri.

Dalam penjelasannya, Hendropriyono mengklaim bahwa pihak asing itu menggerakkan massa melalui kaki tangan yang beroperasi di dalam negeri tanpa sepengetahuan mereka. Identitas pihak asing yang dimaksud akan diungkap pada waktu yang dianggap tepat.

Pernyataan Mengenai Campur Tangan Asing

Di kompleks Istana Kepresidenan, Hendropriyono menyampaikan, ‘Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu.’ Ia menegaskan bahwa pihak asing memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan negara.

‘Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar pada kebijakan dari negaranya,’ ungkapnya, mengindikasikan bahwa organisasi yang beroperasi tidak selalu terkait dengan negara tertentu.

Strategi Pihak Asing

Hendropriyono menjelaskan bahwa pendukung asing tersebut tidak langsung terlibat tetapi malah memakai orang-orang dalam negeri sebagai penggerak. ‘Pihak dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam,’ katanya saat menjelaskan mekanisme operasional mereka.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para kaki tangan mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan. ‘Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,’ tegasnya, menunjukkan keyakinan bahwa fakta ini akan terungkap.

Identifikasi Pihak Asing dan Tujuan Mereka

Walaupun Hendropriyono tidak menyebutkan nama pihak asing secara eksplisit, ia mengindikasikan bahwa mereka berasal dari kelompok non-state dengan koneksi ke tokoh-tokoh besar seperti George Soros dan David Rockefeller. ‘Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul,’ jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan intervensi asing ini mirip dengan metode penjajahan sebelumnya, hanya saja kali ini dilakukan dengan cara yang lebih halus. ‘Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja, ya habis kita,’ pungkasnya, mengingatkan akan risiko yang dihadapi oleh bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU