Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 14 Tewas dan 84 Luka-Luka
Sebuah insiden tragis kembali terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, akibat kecelakaan kereta yang memakan korban jiwa. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan total 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proses evakuasi dan penanganan medis bagi korban masih berlangsung. Semua korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat.
Kecelakaan ini terjadi pada malam hari, tepatnya pada 27 April 2026, ketika kereta Commuter Line bertabrakan dengan kereta jarak jauh. Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa semua korban yang meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.
Dari 84 korban yang mengalami luka-luka, sejumlah besar telah diberikan perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan setempat. RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga menjadi beberapa lokasi utama yang menangani pasien.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, mengingat ada korban yang memerlukan penanganan khusus. Tim medis dan Basarnas bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan bantuan maksimal.
PT KAI menyampaikan duka cita mendalam kepada semua korban serta keluarga yang ditinggalkan. Bobby dan tim memastikan bahwa semua biaya perawatan bagi korban luka dan pemakaman korban meninggal akan ditanggung oleh asuransi dan KAI.
KAI juga telah mengamankan barang-barang penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut saat ini berada di layanan 'lost and found' dan dikelola bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.
Untuk membantu keluarga yang mencari informasi tentang korban, KAI telah menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi.
Meskipun jalur kereta api tetap buka, Stasiun Bekasi Timur dihentikan pelayanannya untuk naik dan turun penumpang. Kementerian Perhubungan, melalui Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, menjelaskan bahwa penanganan terus dilakukan dengan intensif dan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: