BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 31 MARET 2026 • 01:20 WIB

Duka Mendalam, Prajurit TNI Menghadapi Risiko Tinggi di Lebanon

Duka Mendalam, Prajurit TNI Menghadapi Risiko Tinggi di LebanonDuka Mendalam, Prajurit TNI Menghadapi Risiko Tinggi di Lebanon

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta meluapkan ungkapan duka cita mendalam setelah seorang prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon terkait konflik Israel-Hizbullah.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Pernyataan ini dikeluarkan pada Senin (30/3), menekankan pentingnya menjaga keamanan bagi para penjaga perdamaian yang berada di zona berisiko tinggi.

Pernyataan Resmi Kedutaan Iran

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan rasa belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan yang dialami.

Dalam pernyataan resminya, mereka mengatakan, "Kami dengan tegas mengutuk tindakan ini dan menegaskan bahwa penargetan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional."

Pernyataan ini mencerminkan kepedulian Iran terhadap situasi yang dihadapi oleh prajurit TNI selama misi internasional.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Konfirmasi dari PBB dan Kementerian Pertahanan

Info mengenai tewasnya prajurit TNI pertama kali diumumkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang menyatakan, "Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah."

Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI mengalami luka serius, sementara dua lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Kementerian Pertahanan Indonesia melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, juga mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terkait dengan meningkatnya ketegangan di kawasan.

Eskalasi Keamanan di Lebanon

Situasi keamanan di Lebanon semakin tegang dengan serangan artileri yang meningkat di wilayah tersebut.

Rico Ricardo Sirait menjelaskan, "Insiden terjadi di tengah saling serang artileri," dan menambahkan bahwa proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL.

Kondisi ini menjadi lebih kompleks pasca serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, memicu respons dari Hizbullah.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Duka Mendalam, Prajurit TNI Menghadapi Risiko Tinggi di Lebanon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!