Denada Ungkap Trauma Persalinan dan Komitmen kepada Putranya
Denada, penyanyi terkenal, berbagi pengalaman kelahiran putranya, Ressa, yang menyisakan luka mendalam dalam hidupnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ia menghadapi persalinan sendirian, merasakan tekanan emosional dan fisik, serta harus merahasiakan keberadaan anaknya dari publik.
Melihat kembali momen kelahiran Ressa, Denada merasakan duka dan sakit yang luar biasa. Ia mengungkapkan, "Jujur, kembali lagi aku kayak ada flashback. Yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri, dan aku sedih banget, dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone."
Situasi yang dialami Denada saat itu jauh dari yang diharapkannya. "Mestinya kan situasinya ideal, ada bapaknya, ada ibunya. Dan pada saat itu aku melihat betapa itu harus kita rahasiakan," tambahnya dengan suara penuh kesedihan.
Setelah persalinan mandiri, Denada merasa seperti gagal sebagai seorang ibu. Rasa bersalahnya terus menghantui, terutama saat bersama Ressa.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
"I feel so guilty, aku merasa bersalah banget. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semua," ujarnya dengan penekanan pada emosi yang mendalam.
Ketika melihat putranya, Denada sering dirundung ragu. "Setiap aku melihat dia, langsung berasa kayak 'iya ya, tahu apa enggak ya? Tahu apa enggak ya?' Rasa canggung itu muncul karena aku merasa bersalah sama dia," jelasnya.
Kepergian ibunya, Emilia Contessa, menyisakan Denada sebagai pihak yang bertugas memberikan kejujuran kepada Ressa. Meskipun belum sepenuhnya diterima, ia tetap berusaha membuka saluran komunikasi.
Denada mengungkapkan harapannya, "Ressa kalau boleh, ingin rasanya ketemu Ressa. Enggak untuk apa-apa, aku hanya ingin ketemu kalau boleh pengin peluk aja. Tapi kalau Ressa enggak mau juga dimengerti kok."
Ia bertekad memberikan penjelasan kepada anaknya, tidak untuk mencari pembenaran, tetapi untuk memastikan Ressa tahu kebenaran dari ibunya sendiri. "Aku berutang penjelasan-penjelasan ini kepada dia," ujarnya menutup pembicaraan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: