Keamanan Selat Hormuz: Iran Terus Tegaskan Kebebasan Navigasi bagi Semua Kecuali AS dan Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua kapal, kecuali yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Dalam sebuah wawancara, Araghchi menyatakan bahwa Iran hanya menutup selat tersebut untuk kapal-kapal yang dianggap musuh.
Selat Hormuz adalah jalur maritim yang menghubungkan Laut Arab dan Teluk Persia, dengan 20% pasokan minyak dunia melintasi kawasan ini.
Peranan strategis selat ini menjadikannya krusial dalam dinamika geopolitik di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi harga minyak global dan ketahanan energi negara-negara pengguna.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Abbas Araghchi menyoroti bahwa banyak negara memilih untuk tidak melewati Selat Hormuz karena masalah keamanan yang berhubungan dengan ketegangan regional.
Dia menegaskan bahwa kewaspadaan ini bukan salah Iran, dan saat ini masih terdapat banyak kapal tanker yang mampu melewati tanpa kendala, termasuk dari India dan China.
Iran sebelumnya mengambil langkah tegas terhadap sejumlah pelanggaran di jalur vital ini, termasuk klaim atas serangan terhadap kapal.
Araghchi memperingatkan bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus mendapatkan izin dari pemerintah Iran, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kontrol pelayaran di wilayahnya.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: