Update Terkini tentang Kapal Kargo Pertamina di Selat Hormuz
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberikan update mengenai situasi kapal kargo minyak mereka di Selat Hormuz. Dari empat kapal yang terdaftar, dua telah melanjutkan operasinya, sementara dua lainnya masih berada di area yang menantang tersebut.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Kapal yang beroperasi, yaitu Paragon dan Rinjani, tidak ditujukan untuk pasar domestik, melainkan untuk tujuan internasional, yaitu Kenya dan India.
Dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Simon menjelaskan bahwa Pertamina Pride dan Gamsunuro saat ini masih berada di Selat Hormuz. Keselamatan para kru merupakan prioritas utama perusahaan dalam situasi ini.
"Kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik. Sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik," jelas Simon.
Pertamina aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan berbagai pihak lainnya. Ini dilakukan untuk memastikan situasi di Selat Hormuz berjalan dengan semestinya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Simon menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, Pertamina melakukan strategi diversifikasi sumber pasokan. Ini termasuk pasokan dari Afrika, Amerika, dan berbagai tempat lainnya.
"Jadi kita tentunya terus dengan bantuan dukungan dari pemerintah, dengan bantuan dari berbagai pihak, kita tetap lakukan yang terbaik agar supaya pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman," ungkap Simon.
Strategi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah, yang saat ini sangat tidak stabil.
Situasi di Selat Hormuz berdampak besar pada pengiriman kargo dan stabilitas pasokan energi dunia. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut mengharuskan perusahaan-perusahaan energi untuk lebih memperhatikan keselamatan operasional mereka.
Simon menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meminimalisasi dampak dari situasi ini. Langkah-langkah antisipatif diambil untuk memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap dapat terpenuhi.
Dengan kondisi yang tidak menentu, kesiapan dan adaptasi strategi Pertamina sangat diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan energi nasional.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: