Mojtaba Khamenei, Pemimpin Baru Iran, Usung Janji Pembalasan dan Syarat Negosiasi dengan AS
Pernyataan pertama Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran mengejutkan dunia setelah pelantikan menggantikan ayahnya yang meninggal akibat serangan gabungan AS-Israel.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Khamenei menegaskan niatnya untuk membalas dendam terhadap musuh dan mengemukakan tiga syarat bagi Amerika Serikat jika ingin kembali melakukan negosiasi.
Dalam penampilan publik pertamanya, Mojtaba Khamenei menyatakan tekadnya untuk membalas kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Khamenei mengungkapkan, "Kami akan membalas darah para martir kami," di hadapan pendukungnya pada Kamis (12/3).
Pernyataan tersebut mencerminkan situasi tegang antara Iran dan negara-negara barat. Menurut Khamenei, Iran tidak akan mundur dan berencana untuk terus menyerang pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai lokasi di Timur Tengah.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Pernyataan Khamenei tidak hanya mendapatkan perhatian internasional, tetapi juga dukungan dari sekutu terdekat Iran, yaitu Rusia. Dalam sebuah langkah nyata, Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan pengiriman bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan seberat 13 ton kepada Iran.
Hasil pernyataan resmi yang dirilis oleh kementerian situasi darurat Rusia menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas Moscow dengan Teheran di tengah ketegangan yang semakin meningkat. Pengiriman bantuan ini akan dilakukan lewat Azerbaijan, di mana obat-obatan akan diberikan kepada perwakilan resmi Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan tiga syarat yang perlu dipenuhi oleh Presiden AS, Donald Trump, untuk memulai kembali negosiasi. Dalam percakapan teleponnya dengan Putin, Pezeshkian menekankan pentingnya syarat-syarat tersebut untuk mencapai perdamaian.
Syarat-syarat ini mencerminkan harapan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir dua minggu. Menurut Pezeshkian, Teheran sangat mungkin akan membuka peluang untuk kembali ke meja perundingan jika kondisi yang diajukan dapat dipenuhi.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: