Peringatan Mantan Pejabat AS: Potensi Serangan Nuklir Netanyahu kepada Iran
Lawrence Wilkerson, mantan pejabat Angkatan Darat AS, memberikan peringatan serius terkait kemungkinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggunakan bom nuklir terhadap Iran.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Dalam wawancara dengan media AS, Wilkerson menyatakan bahwa frustrasi Netanyahu dapat memicu tindakan ekstrem yang mengancam stabilitas kawasan.
Dalam wawancara dengan Democracy Now, Wilkerson, yang juga mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell, mengemukakan bahwa Netanyahu tidak akan ragu untuk mengambil langkah ekstrem jika Iran tidak tertekan.
Ia berpendapat bahwa ketahanan Iran saat ini dapat memperburuk situasi di kawasan, menandakan bahwa Netanyahu mungkin menjadi aktor kunci dalam menginterpretasi krisis ini.
Wilkerson menambahkan, "Saya pikir dia (Netanyahu) siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk seperti yang terlihat sekarang, karena Iran bahkan belum menembakkan rudal-rudal yang paling canggih."
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Wilkerson juga menyoroti bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel dianggap sebagai pelanggaran serius, dengan banyaknya target sipil terpengaruh.
Ia mengungkapkan, "Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit."
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah untuk melancarkan serangan balasan dengan rudal-rudal bersenjata berat, dengan komandan IRGC, Hossein Majid, menegaskan bahwa Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Wilkerson menyatakan bahwa banyak media Barat seringkali meremehkan skala kehancuran yang dialami Israel akibat serangan dari Iran dan menunjukkan betapa tangguhnya Iran dalam menghadapi tekanan.
Ia merujuk pada beberapa jenis rudal balistik yang diluncurkan oleh IRGC, termasuk rudal jenis hipersonik yang dikenal memiliki daya ledak tinggi.
Rudal seperti Ghadr, Emad, dan Fattah merupakan bagian dari arsenal Iran, yang semakin berkembang dan menjadi ancaman serius bagi negara-negara di sekitarnya.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: