Dua Spesies Ngengat Baru Temuan BRIN: Bukti Keberagaman Hayati Indonesia
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengungkapkan penemuan mengejutkan dengan identifikasi dua spesies ngengat baru yang merupakan endemik Indonesia, yaitu Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Penemuan ini tidak hanya menambah daftar spesies di Indonesia, tetapi juga menyoroti kekayaan biodiversity yang ada di tanah air.
Glyphodella fojaensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026 dan Chabulina celebesensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026 adalah dua spesies ngengat yang baru ditemukan, dengan nama yang diberikan oleh peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah.
Menariknya, Glyphodella fojaensis adalah satu-satunya spesies dari genus Glyphodella yang tercatat di Indonesia, sedangkan Chabulina celebesensis adalah spesies baru yang berasal dari Sulawesi, menambah kekayaan biodiversitas lokal.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Rosichon Ubaidillah menjelaskan bahwa kedua spesies ini memiliki karakter morfologi unik, seperti pola sayap dan struktur genitalia yang berbeda. "Glyphodella fojaensis memiliki ciri berupa bercak kuning berbentuk bulat pada sayap depan, serta struktur genitalia jantan yang berbeda dari spesies kerabatnya," sebutnya.
Untuk Chabulina celebesensis, pola garis pada sayap dan bentuk genitalia yang khas menjadi tanda pengenal. Karakteristik morfologi ini menjadi dasar penetapan nilai ilmiah kedua spesies sebagai spesies baru.
Penelitian ini menggunakan teknik perangkap cahaya untuk mengumpulkan spesimen, yang selanjutnya diperiksa menggunakan mikroskop. Semua koleksi spesimen saat ini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai bagian dari koleksi nasional.
Penemuan ini menyoroti keanekaragaman serangga di Indonesia, terutama dari kelompok ngengat famili Crambidae, dan menunjukkan pentingnya perlindungan ekosistem hutan di Papua dan Sulawesi untuk menjaga kelestarian spesies endemik.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: