Menteri Dites Ulang Menyusun Rencana Energi dan Pangan Jelang Lebaran
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan beberapa menteri Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi langkah strategis nasional menjelang Lebaran. Rapat ini berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Senin, 9 Maret 2026.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah evaluasi program swasembada pangan serta energi untuk memastikan kesiapan stok sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Rapat ini memiliki dua agenda utama, yakni mengevaluasi progres swasembada pangan dan energi. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan, "Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah. Swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak."
Para menteri diharapkan bisa memberikan update terkini mengenai keadaan masing-masing sektor. Hal ini penting agar program-program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai harapan pemerintah.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam hal ketahanan pangan dan energi. Keberhasilan dalam dua aspek tersebut diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Salah satu poin penting yang dibahas adalah kesiapan menghadapi Idul Fitri 2026. Teddy menegaskan, "Kesiapan Idulfitri: Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri."
Ketersediaan pangan dan energi menjadi hal krusial saat permintaan meningkat menjelang Lebaran. Pemerintah berupaya untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan tidak akan terjadi kelangkaan atau lonjakan harga saat hari raya. Pemerintah berusaha agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.
Di hari yang sama, Prabowo meresmikan 218 jembatan di berbagai lokasi di Indonesia untuk memperbaiki konektivitas infrastruktur. "Dengan mencucap bismillah, pada sore hari ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembatan aramco, dan 82 jembatan perintis," ujar Prabowo dalam peresmian yang bisa disaksikan di YouTube Sekretariat Presiden.
Ini merupakan prestasi luar biasa dengan waktu pengerjaan hanya 2,5 bulan, menunjukkan dedikasi pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan jembatan dianggap krusial, terutama di daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat mendukung mobilitas dan ekonomi lokal.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: