Tanggapan Resmi China atas Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
China telah memberikan pernyataan resmi menyusul pengumuman Iran mengenai Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru setelah kematian Ali Khamenei.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya hak Iran menurut konstitusi mereka.
Iran secara resmi mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin baru tersebut.
Mojtaba, yang merupakan anak pertama dari Ali Khamenei, kini memimpin negara pasca kematian ayahnya akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. IRGC menegaskan kesetiaannya untuk menjaga stabilitas di bawah kepemimpinan barunya.
Dukungan dari IRGC sangat krusial untuk keamanan dan kesinambungan pemerintahan di Iran, terutama dalam suasana ketegangan regional saat ini.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyambut baik penunjukan Mojtaba dengan menyatakan bahwa ini menunjukkan kekuatan baru bagi negara. Ia juga menyebut keputusan ini sebagai cerminan dari keinginan nasional untuk memperkuat persatuan di dalam negeri.
Pezeshkian menambahkan, "Pilihan berharga ini merupakan manifestasi dari keinginan kuat negara Islam Iran untuk mengkonsolidasikan persatuan nasional." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Iran untuk tetap bersatu di tengah berbagai tantangan luar.
Penunjukan Mojtaba Khamenei dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan posisi Iran di kancah internasional, khususnya menyangkut kebijakan luar negeri negara-negara Barat.
Penunjukan Mojtaba Khamenei terjadi dalam suasana ketegangan yang meningkat antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel. Mantan presiden AS, Donald Trump, pernah menunjukkan ambisi imperialistis di kawasan tersebut, termasuk mendesak perubahan rezim di Iran.
Meskipun ada upaya untuk mengganti rezim, kepemimpinan ulama di Iran tetap kokoh dan sulit untuk digoyahkan. Ini menunjukkan bahwa, meskipun banyak tantangan, stabilitas dalam struktur kepemimpinan Iran masih terjaga.
Ke depan, di bawah kepemimpinan Mojtaba, kebijakan luar negeri Iran diharapkan akan semakin menegaskan sikapnya terhadap AS dan Israel, yang tentu saja akan berdampak pada dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: