Acara Berbuka Puasa Presiden Prabowo dengan Pimpinan Ormas Islam
Presiden Prabowo Subianto mengundang pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk berbuka puasa di Istana Merdeka pada Kamis (5/3/2026). Acara ini melibatkan banyak tokoh penting seperti Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Acara berbuka puasa diadakan di salah satu sudut Istana Merdeka, di mana Presiden Prabowo duduk di tengah para pemimpin organisasi Islam. 'Berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta. Selamat berbuka puasa bagi saudara-saudara yang menjalankan Ibadah Puasa,' ungkap Prabowo melaui media sosial.
Momen ini tak hanya menjadi sebuah acara berbuka biasa, tetapi juga meneguhkan silaturahmi antar organisasi Islam. Keberadaan para tokoh ini menjadi simbol persatuan umat dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Acara ini berlanjut dengan silaturahmi di halaman tengah Istana Kepresidenan, dihadiri oleh sejumlah kiai dan ulama. Presiden Prabowo mengharapkan dapat membangun komunikasi lebih erat dengan para tokoh agama dan organisasi Islam di Indonesia.
Banyak menteri dari Kabinet Merah Putih juga hadir, seperti Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menangani isu-isu umat.
Dalam kesempatan lain, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut bahwa Presiden Prabowo ingin memahami pandangan para ulama terkait situasi di negara-negara Teluk. '(Pertemuan dengan para ulama itu, red.) juga bagian dari upaya Presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan,' ungkap Muzani.
Hal ini menunjukkan pentingnya kontribusi ulama dalam menghadapi kondisi global yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Dialog dengan para ulama menjadi salah satu strategi untuk merespon tantangan internasional secara bijaksana.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: