Ekspor Beras Premium Indonesia ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji 2026 Dimulai
Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan ekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji pada musim haji 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pengiriman ini dilakukan melalui Perum Bulog dengan total volume mencapai 2.280 ton beras yang akan dikirim secara bertahap.
Upacara pelepasan ekspor beras berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026, dihadiri oleh sejumlah pejabat termasuk Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menjelaskan bahwa volume beras yang diekspor ditentukan berdasarkan jumlah jemaah haji Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 215.000 orang.
"Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton. Ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji, sesuai dengan jumlah Jemaah Haji Indonesia di tahun ini lebih kurang 215.000 Jemaah Haji," ujarnya.
Rizal menegaskan bahwa beras yang dikirim bukanlah dari stok lama, melainkan hasil panen baru yang telah diproses menjadi beras premium.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
"Jadi beras yang kita olah ini adalah beras yang baru kita panen dari sawah, bukan beras yang ada di gudang," tuturnya.
Ia juga menyebut bahwa kualitas beras sangat tinggi, dengan pecahan di bawah 5% dan kadar air kurang dari 14%.
"Ini beras premium yang pecahannya di bawah 5%, bahkan ini 4%. Kemudian juga kadar airnya di bawah 14%," jelas Rizal.
Untuk pengiriman, Bulog bekerja sama dengan tiga kapal berbeda, termasuk kapal dari perusahaan pelayaran internasional dan domestik.
"Kemudian shipping yang kita gunakan ada 3. Jadi ada Hyundai Unity, Wan Hai, dan Kota Sejati," ungkapnya.
Pengiriman direncanakan dimulai pada 7 Maret setelah persiapan kapal selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: