Transformasi Dunia Kerja di Era Kecerdasan Buatan: Apa yang Perlu Dipahami?
Isu tentang kecerdasan buatan (AI) yang mungkin menggantikan manusia di berbagai sektor lagi hangat diperbincangkan. PT Telkom Indonesia Tbk menegaskan bahwa situasi ini harus dipahami secara mendalam dan tidak sekadar dipandang sebagai ancaman.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Komang Budi Aryasa, Executive General Manager Digital Product Telkom, menjelaskan bahwa meskipun ada pekerjaan yang akan terdampak, AI memiliki potensi untuk menciptakan peluang baru bagi para ahli yang mau beradaptasi.
Komang Budi Aryasa menekankan pentingnya memahami bahwa AI tidak selalu berarti penggantian. Sebaliknya, kita perlu melihatnya sebagai perubahan dalam kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.
Mereka yang paling berisiko adalah individu yang tidak siap untuk berubah atau tidak mau belajar teknologi baru. 'Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI,' ujarnya.
Ini menunjukkan bahwa meningkatkan keterampilan teknis sangat penting untuk tetap relevan di industri yang terus berubah.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Telkom mengimbau masyarakat untuk aktif belajar dan menggunakan alat AI yang tersedia saat ini. 'Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada. Jadi jangan diam,' kata Komang.
Dia menekankan bahwa setiap sektor, termasuk jurnalisme, harus beradaptasi supaya bisa bersaing. Individu yang proaktif dalam pembelajaran akan mampu menciptakan peluang baru.
Dengan keterampilan yang baru, profesional dapat menjelajahi posisi dan fungsi yang mungkin belum ada sebelumnya.
Komang juga mengakui bahwa pekerjaan dengan sifat repetitif telah lama tergantikan oleh otomatisasi dan AI, khususnya di sektor industri. 'Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI,' jelasnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa untuk masa depan, para tenaga kerja harus pergeseran ke fungsi yang lebih strategis. Pekerjaan sekarang tidak hanya membutuhkan kecakapan teknis, tetapi juga kreativitas.
Keahlian dalam menggunakan alat AI menjadi sangat krusial untuk dapat berkontribusi di sektor-sektor baru yang muncul akibat kemajuan teknologi.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: