Iran Tegaskan Posisi Tak Akan Berunding dengan AS
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul setelah laporan dari Wall Street Journal mengenai inisiatif Larijani untuk menjalin dialog dengan Washington.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Melalui unggahannya di X, Larijani menjelaskan situasi sulit yang dihadapi AS akibat kebijakan mantan Presiden Donald Trump, serta upaya bangsa Iran dalam mempertahankan diri dari berbagai ancaman eksternal.
Dalam cuitan tersebut, Larijani menekankan, 'Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat'. Pernyataan ini dirilis pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai tanggapan terhadap laporan bahwa ia ingin melanjutkan dialog dengan AS melalui perantara dari Kesultanan Oman.
Larijani mengkritik mantan Presiden Trump dengan menyatakan bahwa, 'Dengan tindakan khayalannya, ia mengubah slogan 'America First' menjadi 'Israel First', mengorbankan tentara Amerika untuk ambisi Israel yang haus kekuasaan'.
Pandangan ini menggambarkan keyakinan Larijani bahwa kebijakan luar negeri AS meningkatkan ketegangan dan konflik di kawasan.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Sebelum pernyataan Larijani, Donald Trump mendorong rakyat Iran untuk mengganti pemerintahan mereka setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Trump berpidato lewat video, menyatakan, 'Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk berani dan merebut kembali negara Anda'.
Dalam konteks ini, Larijani menegaskan bahwa 'Saat ini, bangsa Iran sedang membela diri' dan menegaskan bahwa tidak ada agresi dari militer Iran.
Trump mengulangi desakan kepada Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk menyerah dengan jaminan keamanan atau menghadapi konsekuensi fatal. Ia menegaskan, 'Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan.'
Pernyataan ini menghasilkan ketegangan lebih dalam antara dua negara, mencerminkan masalah diplomatik yang semakin rumit.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa hubungan antara Iran dan AS berada dalam kondisi yang semakin memburuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: