Iran Siapkan Diri Hadapi Ancaman, Ekspor Minyak Meningkat Tajam
Iran telah meningkatkan aktivitas ekspor minyak mentahnya di Teluk Persia sebagai upaya menghadapi ancaman dari Amerika Serikat.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Langkah ini terpaksa diambil untuk memastikan akses Iran ke pasar minyak global tetap terjaga.
Sebuah laporan dari situs perdagangan global Kpler mencatat bahwa eksport minyak dari Pulau Kharg, terminal utama Iran, telah mencapai hampir 20 juta barel antara 15 hingga 20 Februari.
Angka ini setara dengan lebih dari tiga juta barel per hari, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya yang hanya 1,54 juta barel per hari.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Tidak hanya Iran, tetapi negara produsen minyak lainnya di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, juga meningkatkan produksi dan ekspor mereka sebagai langkah untuk bersiap jika terjadi serangan terhadap Iran.
Keputusan ini menunjukkan kekhawatiran yang semakin meluas di antara negara-negara penghasil minyak di kawasan tersebut, mengingat meningkatnya ketegangan di hubungan internasional.
Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut tidak mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Trump menegaskan bahwa pengayaan uranium Iran harus berkurang hampir hingga nol, serta meminimalkan produksi rudal Iran.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: