Mengenal Radang Tenggorokan: Virus atau Bakteri dan Pentingnya Antibiotik
Radang tenggorokan semakin sering menjadi keluhan di tengah perubahan cuaca, terutama saat musim transition. Banyak orang bingung mengenai penggunaan antibiotik untuk kondisi ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Para ahli kesehatan menekankan bahwa radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan antibiotik karena antibiotik lebih efektif untuk infeksi bakteri. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting agar langkah penanganan yang diambil tepat.
Radang tenggorokan umumnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Infeksi virus seperti flu dan pilek sering kali menyebabkan tenggorokan terasa sakit serta gatal.
Di sisi lain, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri, contohnya Streptococcus, memiliki gejala yang lebih parah dan biasanya diperlukan penanganan lebih serius.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Gejala radang tenggorokan akibat virus sering kali meliputi sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan demam ringan. Terkadang, gejala ini juga disertai dengan nyeri tubuh dan rasa lelah.
Penting untuk memperhatikan tanda lain seperti ruam kulit, karena ini bisa menunjukkan kondisi kesehatan yang berbeda. Jika gejala yang dirasakan tergolong ringan, biasanya tidak perlu mengunjungi dokter.
Antibiotik tidak efektif dalam melawan infeksi virus, sehingga penggunaannya tidak dianjurkan untuk radang tenggorokan jenis ini. Memakai antibiotik tanpa ada keperluan dapat menyebabkan masalah seperti resistensi bakteri.
Perawatan mandiri seperti meminum air hangat, berkumur dengan air garam, dan istirahat yang cukup umumnya dapat mempercepat proses penyembuhan. Namun, jika gejala berlanjut atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: