Trump Menyesalkan Protes Anggota DPR Muslim Saat Pidato Kenegaraan
Presiden AS Donald Trump menunjukkan kemarahan setelah interupsi oleh dua anggota DPR Muslim, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, saat pidato kenegaraannya di Kongres.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ia menyebut kedua politisi tersebut dengan istilah merendahkan dan meminta mereka untuk 'kembali ke tempat asal mereka' lewat media sosial.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump tidak segan menyebut Omar dan Tlaib sebagai 'ber-IQ rendah', bahkan berkomentar bahwa mereka seharusnya dirawat di rumah sakit jiwa.
Dia mengatakan, "Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita."
Trump menambahkan bahwa keberadaan mereka hanya akan merugikan bangsa, dan menegaskan, "Mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya."
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Selama pidato, keduanya meneriaki Trump dengan seruan, "Anda telah membunuh warga Amerika!" sebagai respons terhadap kebijakan imigrasi yang mereka anggap berbahaya dan berujung pada hilangnya nyawa.
Ilhan Omar, yang lahir di Somalia, kini telah menjadi warga AS selama hampir 30 tahun, sementara Rashida Tlaib lahir di Detroit dalam keluarga Palestina.
Meskipun Trump mengusulkan deportasi, baik Omar maupun Tlaib tidak dapat dideportasi mengingat status kewarganegaraan mereka.
Trump juga menambahkan kritikan terhadap aktor Robert De Niro yang berani mengomentari kebijakannya dalam acara Partai Demokrat yang bertajuk 'State of the Swamp.'
Ia mengungkapkan bahwa Omar dan Tlaib seharusnya "naik perahu bersama Robert De Niro yang gila, orang sakit jiwa dan pikun lainnya."
Trump menekankan, mereka yang mengkritiknya tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan menyebut beberapa dari mereka sebagai 'sangat KRIMINAL!'.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: