BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 10:26 WIB

LPDP Minta Maaf: Kontroversi Ucapan Alumni yang Menghebohkan Publik

LPDP Minta Maaf: Kontroversi Ucapan Alumni yang Menghebohkan PublikLPDP Minta Maaf: Kontroversi Ucapan Alumni yang Menghebohkan Publik

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) baru-baru ini meminta maaf setelah ucapan seorang alumni beasiswa, Dwi Sasetyaningtyas, viral dan memicu kecaman. Pernyataan Dwi dianggap merendahkan martabat Indonesia dan menyalahi nilai kebangsaan yang dijunjung oleh LPDP.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Direktur Utama LPDP, Sudarto, dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak mencerminkan etika lulusan LPDP. Ia menyerukan pentingnya menghargai kontribusi publik yang telah diterima para penerima beasiswa.

Pernyataan Kontroversial yang Memicu Kecaman

Ucapan Dwi Sasetyaningtyas yang menyebut, 'cukup saya WNI, anak jangan' telah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai pernyataan itu tidak sensitif dan menunjukkan kurangnya rasa nasionalisme.

Sudarto menegaskan, "Kami atas nama LPDP dan alumni mengucapkan permohonan maaf atas yang seharusnya (video viral) tidak perlu dan kita sangat menyesalkan." Ini menunjukkan komitmen LPDP untuk menjaga nama baik lembaga dan penggunanya.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Etika dan Kewajiban Moral Alumni

Sudarto menekankan perlunya etika dan nilai kebangsaan di kalangan alumni LPDP. Ia mengingatkan, 'Jangan lupa ya lu pakai duit pajak. Ingat itu. Lu pakai duit pajak'.

Pesan ini bertujuan untuk mendorong alumni agar berkontribusi positif bagi Indonesia. Banyak alumni telah menunjukkan dedikasi yang tinggi, tetapi kasus Dwi memicu refleksi penting untuk menjaga integritas.

Proses Pemantauan dan Penegakan Sanksi

Selain kasus Dwi, LPDP juga mengungkapkan bahwa terdapat 36 penerima beasiswa yang belum memenuhi kewajiban pengabdian mereka. Sudarto menjelaskan bahwa mereka sedang dalam proses pemeriksaan.

LPDP telah memantau lebih dari 600 alumni berdasarkan data Kementerian Imigrasi dan pengawasan media sosial. Setiap kasus dinilai secara obyektif dan proporsional, dengan sanksi tegas bagi yang melanggar, termasuk pengembalian dana pendidikan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

LPDP Minta Maaf: Kontroversi Ucapan Alumni yang Menghebohkan Publik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!