BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:35 WIB

Indonesia Tanggapi Kasus Campak WNA dengan Penguatan Imunisasi

Indonesia Tanggapi Kasus Campak WNA dengan Penguatan ImunisasiIndonesia Tanggapi Kasus Campak WNA dengan Penguatan Imunisasi

Pemerintah Indonesia kini meningkatkan upaya penguatan surveilans dan imunisasi setelah terdeteksinya dua kasus campak pada Warga Negara Asing (WNA). Kasus tersebut dilaporkan oleh Otoritas Kesehatan Australia dan melibatkan perjalanan dari Indonesia pada bulan Februari 2026.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mencegah penyebaran virus campak lebih lanjut, dengan fokus utama pada imunisasi tambahan bagi anak-anak di daerah dengan kasus tertinggi.

Langkah Mitigasi Strategis

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis telah dicanangkan. Imunisasi campak tambahan akan dipercepat, terutama untuk anak usia sekolah di daerah dengan beban kasus Campak tertinggi yang tercatat dua tahun terakhir.

Kasus campak pertama terjadi pada seorang wanita berusia 18 tahun, yang meskipun telah divaksinasi lengkap, melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Perth. Sementara itu, kasus kedua melibatkan seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang tidak memiliki riwayat imunisasi, yang juga berangkat dari Jakarta ke Sydney.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Siaga Menghadapi Potensi Kasus

Kementerian Kesehatan mulai menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit untuk mengantisipasi potensi kasus lanjutan. Andi Saguni mengingatkan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka sudah mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal.

Dalam situasi ini, masyarakat juga diimbau untuk melaporkan gejala yang dialami seperti demam atau ruam, serta menjaga jarak untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Statistik dan Edukasi Masyarakat

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan pada tahun 2025, tercatat 11.094 kasus campak, dan sebanyak 550 kasus telah dilaporkan hingga Februari 2026. Meskipun demikian, Andi menegaskan bahwa tidak ada status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tingkat nasional saat ini.

Kementerian Kesehatan juga aktif memfasilitasi komunikasi dan edukasi untuk masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini termasuk penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia Tanggapi Kasus Campak WNA dengan Penguatan Imunisasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!