Kematian El Mencho: Apa Artinya Bagi Keamanan Meksiko dan Dampak Selanjutnya
Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan nama El Mencho, telah tewas dalam operasi pasukan khusus Meksiko pada 22 Februari 2026. Kematian pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) ini menggemparkan banyak pihak dan menimbulkan banyak pertanyaan terkait stabilitas keamanan di Meksiko.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Pasca kematiannya, sejumlah wilayah di Meksiko dilanda gelombang kekerasan, saat anggota kartel merespons dengan tindakan brutal sebagai bentuk loyalitas kepada pemimpin mereka yang hilang.
El Mencho lahir di Aguililla, Michoacan, Meksiko, dan mengawali hidup dengan keadaan yang sangat sederhana. Ia terjun ke dunia kriminal dan pindah ke Amerika Serikat pada 1980-an, di mana ia terlibat dalam distribusi narkotika.
Pada tahun 1994, ia dijatuhi hukuman penjara selama hampir tiga tahun karena kasus heroin. Setelah dibebaskan dan dideportasi, El Mencho kembali ke Meksiko dan berintegrasi ke dalam Kartel Milenio.
Setelah Kartel Milenio terpecah, El Mencho mendirikan CJNG pada tahun 2007 bersama rekannya, Erick Valencia Salazar, atau 'El 85'. Sejak saat itu, CJNG berkembang pesat menjadi salah satu kartel paling berpengaruh di Meksiko.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Kekuatan CJNG terlihat dari aksi kekerasan yang ekstrem serta penggunaan persenjataan canggih. Kartel ini memiliki reputasi menakutkan, termasuk melakukan serangan terhadap instansi pemerintah.
Pakar keamanan Eduardo Guerrero berkomentar, 'Mereka memiliki jumlah uang yang sangat besar, senjata generasi terbaru,' menekankan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan kartel ini.
Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) juga mencatat bahwa CJNG sejajar dengan Kartel Sinaloa, memiliki jangkauan yang luas hingga ke seluruh 50 negara bagian di AS, serta menjadi pemasok utama narkoba seperti kokain dan fentanyl.
Kematian El Mencho dianggap sebagai langkah positif bagi keamanan Meksiko dan AS, terutama dengan keterlibatan intelijen AS dalam operasi penangkapannya. Pemerintah Meksiko berharap momen ini bisa mengurangi tekanan untuk melakukan aksi militer sepihak dari AS.
Namun, langsung setelah kematiannya, Meksiko mengalami peningkatan kekerasan, termasuk blokade dan pembakaran oleh para loyalis di delapan negara bagian, dengan Jalisco dan Mexico City sebagai yang paling terdampak.
Warga di Meksiko, termasuk di kawasan wisata seperti Puerto Vallarta, kini hidup dalam ketakutan akibat meningkatnya kekacauan yang ditimbulkan oleh anggota kartel yang berusaha mengisi kekosongan kekuasaan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: