Insiden Tragis di Polda Sulsel: Anggota Polisi Meninggal Diduga Akibat Tindak Kekerasan
Seorang anggota kepolisian berusia 19 tahun, Bripda DP, dilaporkan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami tindak kekerasan di asrama Samapta Polda Sulawesi Selatan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel kini tengah melaksanakan penyelidikan untuk mengungkap fakta dibalik insiden kekerasan ini.
Pada Minggu pagi, Bripda DP dibawa ke Rumah Sakit Daya namun dinyatakan meninggal saat menjalani pemeriksaan medis. Kombes Pol Zulhan Efendy dari Bidang Propam Polda Sulsel menjelaskan bahwa mereka telah memindahkan Bripda DP ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan penyebab kematian.
"Iya, makanya kita bawa dari Rumah Sakit Daya kita geser ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan (penyebab kematian)," ujar Zulhan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dugaan kekerasan ini terjadi di area asrama Samapta Polda Sulsel. Zulhan menambahkan, "Iya, di kantor Sabhara, di atas itu kan mes-nya mereka itu."
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Sejak kejadian tersebut, penyidik telah memanggil enam anggota polisi yang diduga terlibat untuk memberikan keterangan. Namun, kombinasi data dan bukti yang diperoleh belum mengarah pada kesimpulan yang jelas mengenai penyebab kematian Bripda DP.
"Tapi, ada enam orang kita periksa sementara ini," tutur Zulhan. Proses investigasi diharapkan dapat memberikan pencerahan atas insiden yang merenggut nyawa anggota kepolisian tersebut.
Pihak Polda Sulsel berkomitmen untuk mengungkap fakta sebenarnya. Penyelidik diharapkan dapat segera menyelesaikan penyelidikan dan melaporkan hasilnya ke publik.
Kejadian ini membuka kembali diskusi tentang masalah kekerasan dalam lingkungan kepolisian, menarik perhatian masyarakat terhadap praktik-praktik kekerasan yang ada. Analisis mengenai pengawasan dan pelatihan bagi anggota kepolisian kini semakin ditekankan.
Berbagai pihak seperti aktivis hak asasi manusia mengutuk tindakan kekerasan tersebut dan menyerukan perlunya reformasi kebijakan dalam institusi kepolisian. Mereka berharap agar kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh anggotanya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota kepolisian tentang pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas mereka secara profesional.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: