BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

Sorotan Terhadap Komitmen Alumni Beasiswa LPDP Setelah Kontroversi dan Tanggapan LPDP

Sorotan Terhadap Komitmen Alumni Beasiswa LPDP Setelah Kontroversi dan Tanggapan LPDPSorotan Terhadap Komitmen Alumni Beasiswa LPDP Setelah Kontroversi dan Tanggapan LPDP

Kontroversi terbaru melibatkan seorang alumni beasiswa LDRP, yang pernyataannya soal anak tidak menjadi WNI memicu kecaman dari publik. Ucapan tersebut berasal dari DS yang viral di media sosial dan menimbulkan tanda tanya seputar pengabdian alumni LPDP.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Lebih jauh, suaminya yang juga alumni LPDP, API, tampaknya tidak memenuhi komitmennya setelah menyelesaikan studinya. LPDP kemudian menjelaskan pentingnya tanggung jawab alumni terhadap tanah air dalam situasi ini.

Pernyataan Kontroversial: Kontroversi yang Membangkitkan Keprihatinan

Di tengah perbincangan hangat mengenai pengabdian alumni, ucapan DS dalam sebuah video mengundang reaksi negatif yang signifikan. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan, "Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu...".

Sikap ini mencerminkan pandangan yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai pengabdian terhadap negara, khususnya bagi mereka yang mendapatkan pendidikan melalui beasiswa pemerintah. Meskipun video tersebut telah dihapus, efek dari pernyataan ini sudah tersebar luas dan menyentuh banyak orang.

Hal ini menekankan konflik antara pendidikan tinggi yang diraih melalui dukungan pemerintah dan tanggung jawab sosial yang menyertainya. Di banyak kalangan, pengabdian pasca pendidikan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipenuhi oleh alumni.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Profil Suami dan Perjalanan Karier Akademik

Suami DS, API, juga merupakan alumni LPDP yang telah menyelesaikan program S2 di Utrecht University dan melanjutkan studi ke tingkat doktoral hingga mendapatkan gelar PhD pada tahun 2022. Tesisnya berjudul 'Morphodynamics of channel networks in tide-influenced deltas' mencantumkan ucapan terima kasih kepada LPDP atas dukungan yang diberikan.

Sejak Oktober 2022, API menjabat sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter, menunjukkan kemajuan karier yang signifikan. Namun, perhatian publik lebih difokuskan pada tanggung jawabnya sebagai alumni LPDP setelah menyelesaikan studinya.

Tanggung jawab ini memicu pertanyaan mengenai sejauh mana alumni akan memenuhi komitmen mereka terhadap negara, terutama ketika mereka memiliki kemampuan akademik dan jaringan internasional yang kuat.

Peran dan Pengawasan LPDP Terhadap Alumni

LPDP mewajibkan semua recipient beasiswa untuk berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan mereka, dengan keharusan mengisi dokumen komitmen. Menurut Anggi Afriansyah, sosiolog pendidikan dari BRIN, alumni diharuskan untuk kembali dan berkontribusi di tanah air.

Namun, LPDP memberikan keleluasaan bagi alumni untuk meneliti di luar negeri. Para alumni dibolehkan untuk melakukan penelitian maksimal 24 bulan tanpa melanggar komitmen, sehingga mereka tetap memiliki ruang untuk berinovasi.

Meski ada kelonggaran ini, Anggi menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari LPDP. Tanpa pengawasan, alumni mungkin saja lebih lama tinggal di luar negeri tanpa memenuhi kewajiban pengabdian mereka.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sorotan Terhadap Komitmen Alumni Beasiswa LPDP Setelah Kontroversi dan Tanggapan LPDP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!