Kematian Tragis Remaja Sukabumi Diduga Karena Tindak Kekerasan Ibu Tiri
Seorang remaja laki-laki berusia 12 tahun dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia dengan dugaan penganiayaan oleh ibu tirinya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Korban, yang dikenal dengan inisial NS, mengalami berbagai luka bakar dan lebam di tubuhnya sebelum menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
NS diketahui tinggal di pesantren dan hanya pulang ke rumah saat libur untuk sahur bersama keluarganya. Anwar Satibi, ayah NS, menceritakan bahwa saat ia pulang kerja, ia menemukan anaknya dalam kondisi buruk.
Ketika menerima kabar dari istrinya bahwa NS sakit, Anwar berusaha mengabaikan tetapi terkejut melihat banyak luka pada tubuh anaknya saat tiba di rumah.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah menemukan NS dalam keadaan kritis, Anwar buru-buru membawanya ke rumah sakit. Di RS Jampangkulon, meskipun telah diberikan perawatan, nyawa NS tidak dapat diselamatkan.
Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Kombes Carles Siagian menyatakan bahwa luka-luka tersebut ada di kaki kiri, punggung, dan wajah.
Dugaan penganiayaan muncul ketika saksi mendengar pengakuan terakhir NS. Isep Dadang Sukmana, salah satu pembina pesantren, mengungkapkan bahwa NS diduga menunjukkan bahwa luka-lukanya disebabkan oleh ibu tirinya.
Ayahnya, Anwar, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia pernah melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tiri NS kepada polisi, namun laporan tersebut sempat dimediasi.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: