Inovasi Mini Otak Buatan untuk Memahami Penyakit Saraf
Gumpalan kecil jaringan otak buatan kini mampu menyelesaikan tugas sederhana dengan memanfaatkan sinyal listrik, menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Penemuan ini membuka wawasan baru dalam penelitian penyakit saraf dan dampaknya terhadap kemampuan belajar otak.
Dalam penelitian ini, mini otak yang digunakan tidak berasal dari jaringan manusia, melainkan dikembangkan dari sel punca tikus yang diolah menjadi kelompok-kelompok kecil jaringan otak.
Sel punca memiliki kemampuan untuk berkembang biak dan meskipun mini otak ini tidak cukup kompleks untuk berpikir atau merasakan, ia dapat mengirim dan menerima sinyal listrik.
Koneksi dalam mini otak ini bisa berubah sebagai respons terhadap rangsangan eksternal, yang memungkinkan peneliti menghubungkannya ke simulasi keseimbangan virtual, serupa dengan menyeimbangkan penggaris di atas telapak tangan.
Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia
Penelitian ini menerapkan sinyal listrik untuk memberi tahu mini otak tentang kemiringan tiang virtual, dan respons tersebut diterjemahkan menjadi perintah untuk menggerakkan kereta virtual ke kiri atau ke kanan.
"Kami mencoba memahami dasar-dasar bagaimana neuron dapat disesuaikan secara adaptif untuk memecahkan masalah," ungkap Ash Robbins, Peneliti Robotika dan Kecerdasan Buatan dari University of California Santa Cruz.
Dalam riset berjudul 'Goal-Directed Learning in Cortical Organoids', para peneliti membagi mini otak menjadi tiga kelompok percobaan: tanpa umpan balik, umpan balik acak, dan umpan balik adaptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mini otak tanpa panduan hanya mencapai tolok ukur kinerja 2,3 persen, sedangkan yang diberi umpan balik acak berhasil mencapai 4,4 persen.
Namun, mini otak yang menerima umpan balik adaptif dapat mencapai 46 persen. "Ketika kami bisa secara aktif memilih rangsangan pelatihan, kami benar-benar bisa membentuk jaringan untuk memecahkan masalah," kata Robbins.
Walaupun hasil ini menjanjikan, ada keterbatasan yang perlu dicatat: mini otak yang telah dilatih akan langsung "lupa" dalam waktu 45 menit jika tidak aktif.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: