BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 12:51 WIB

Kontroversi Robot Anjing di KTT AI India: Fakta atau Fiksi?

Kontroversi Robot Anjing di KTT AI India: Fakta atau Fiksi?Kontroversi Robot Anjing di KTT AI India: Fakta atau Fiksi?

KTT AI Impact Summit yang diadakan di New Delhi menjadi sorotan setelah seorang profesor dari Galgotias University membuat pernyataan kontroversial mengenai robot anjing. Pernyataan ini ternyata bertentangan dengan fakta bahwa robot tersebut merupakan produk dari perusahaan asal China, Unitree.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Insiden ini memicu perdebatan di media sosial dan tanggapan resmi dari pihak universitas. Tidak hanya itu, situasi ini menggambarkan tantangan dalam pengakuan dan kredibilitas inovasi teknologi di kalangan akademisi.

Insiden di KTT AI dan Pernyataan Kontroversial

Di KTT AI Impact Summit, Profesor Neha Singh memperkenalkan robot anjing dalam wawancara televisi dan mengklaim bahwa robot tersebut dikembangkan oleh pusat unggulan di Galgotias University. Namun, klaim tersebut tidak sesuai dengan kenyataan karena robot itu adalah produk dari Unitree, sebuah perusahaan asal China.

Robot anjing yang dipamerkan memiliki desain berwarna perak dan mampu melakukan berbagai atraksi, seperti melambai ke kamera. Setelah pernyataan tersebut, kritik pun mulai bermunculan di media sosial, mempertanyakan keakuratan informasi yang disampaikan oleh profesor tersebut.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Klarifikasi dari Galgotias University

Setelah protes yang meluas, Galgotias University mengeluarkan pernyataan resmi melalui platform X. Universitas tersebut menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengklaim sebagai pengembang robot yang dipamerkan.

Pernyataan universitas menyebutkan, 'Mari kita perjelas -- Galgotias tidak membuat robodog ini, dan kami juga tidak pernah mengeklaimnya,' menyoroti bahwa robot itu hanya sebagai alat eksperimen untuk mahasiswa. Mereka menambahkan, 'apa yang sedang kami bangun adalah pemikiran-pemikiran yang segera akan merancang, merekayasa, dan memproduksi teknologi serupa.'

Reaksi Publik dan Pihak Oposisi

Reaksi publik cukup beragam; beberapa orang berpendapat bahwa insiden ini terlalu dibesar-besarkan. Vaidik Mishra, seorang mahasiswa di Galgotias, berkata, 'Kami sangat berharap KTT ini akan memberi kami platform untuk membicarakan start-up kami. Namun sekarang semuanya justru tentang kami yang berbohong soal robot, padahal itu tidak benar.'

Di sisi lain, insiden ini menjadi ajang kritik bagi pemerintah, dengan Partai Kongres sebagai oposisi menyerang pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi. Mereka berkomentar, 'Pemerintahan Modi telah membuat India menjadi bahan tertawaan global dalam hal AI,' yang menggarisbawahi pentingnya akurasi dalam mengklaim inovasi teknologi, terutama produk asing.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kontroversi Robot Anjing di KTT AI India: Fakta atau Fiksi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!