Kecelakaan Kereta di Tangerang: Sirene Bunyi, Palang Belum Turun
Polisi mengungkap kronologi kecelakaan antara Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dan truk trailer di Tangerang, yang terjadi karena palang lintasan belum turun meski sirene berbunyi.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menjelaskan bahwa truk telah berada di lintasan rel saat sirene berbunyi, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Kejadian ini berlangsung di Stasiun Poris, Batuceper, Tangerang. Kapolres Jauhari menambahkan bahwa palang pintu kereta baru bergerak untuk menutup setelah kontainer truk sudah berada di lintasan.
"Jadi, keterangan awal, saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas namun palang pintunya belum bergerak," jelas Jauhari.
Akibat insiden ini, bagian kontainer panjang tertabrak kereta, karena posisi kepala truk sudah lebih dulu melintas sebelum palang menutup. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kelalaian yang berpotensi terjadi.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kecelakaan ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap perjalanan Kereta Api dan banyak jadwal keberangkatan terpaksa dibatalkan hingga situasi dianggap aman.
KAI Commuter menyatakan, "Untuk sementara, perjalanan KA masih menunggu kondisi aman sebelum diberangkatkan kembali. Mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi dan terima kasih atas pengertian serta kesabarannya."
Kereta relasi Duri-Tangerang juga harus mengubah rutenya, di mana kereta hanya dapat berhenti di Stasiun Rawa Buaya, dengan beberapa keberangkatan yang dibatalkan.
KAI telah melakukan rekayasa perjalanan kereta untuk meminimalkan dampak insiden ini. Mereka mengarahkan sebagian besar kereta untuk kembali ke Stasiun Rawa Buaya dan membatalkan layanan di berbagai rute.
Hal ini diambil demi memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran operasional kereta. Daftar perjalanan yang terpengaruh dan mengalami perubahan arahnya telah diumumkan setelah situasi darurat terjadi.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: