BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 13:59 WIB

Zuckerberg di Persidangan: Media Sosial dan Kesehatan Mental Anak

Zuckerberg di Persidangan: Media Sosial dan Kesehatan Mental AnakZuckerberg di Persidangan: Media Sosial dan Kesehatan Mental Anak

CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini memberikan kesaksian dalam persidangan yang menggali isu kecanduan media sosial dan dampaknya terhadap anak-anak.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Persidangan yang diadakan di Los Angeles ini menyentuh banyak aspek mengenai penggunaan Instagram oleh generasi muda dan tanggung jawab perusahaan terhadap efek layanan mereka.

Persidangan Mengenai Kecanduan Media Sosial

Pada tanggal 18 Februari, Zuckerberg menjawab pertanyaan terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental dari seorang wanita berusia 20 tahun yang teridentifikasi sebagai KGM.

KGM mengklaim bahwa pengalaman menggunakan media sosial sejak dini telah memperburuk kondisi mentalnya, termasuk depresi dan pikiran bunuh diri.

Fokus utama sidang adalah kecanduan yang ditimbulkan oleh platform seperti Instagram, di mana pengacara penggugat, Mark Lanier, menyoroti argumen tentang pengaruh negatif media sosial.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Pernyataan dan Bukti di Pengadilan

Zuckerberg berpendapat, "Saya masih setuju bahwa bukti ilmiah yang ada belum membuktikan media sosial menyebabkan gangguan kesehatan mental."

Ia menjelaskan pentingnya perusahaan mendukung pengguna yang rentan dengan menyatakan, "Saya pikir perusahaan yang rasional seharusnya berusaha membantu orang-orang yang menggunakan layanannya."

Selama sidang, dokumen internal yang berkaitan dengan kebijakan penggunaan dan verifikasi umur disajikan, menimbulkan keraguan atas keautentikan pernyataannya.

Tanggapan terhadap Kritikan dan Dampak Kebijakan

Zuckerberg tidak luput dari kritik, khususnya dari advokat yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anak, yang menyebut pernyataannya tidak transparan.

"Dia tidak dapat dipercaya, terutama dalam hal keamanan anak-anak," komentar Josh Golin, direktur eksekutif Fairplay, tentang kesaksian Zuckerberg.

Zuckerberg berusaha mempertahankan diri dengan merujuk pada misiMeta untuk menciptakan platform yang bermanfaat, meskipun ada bukti yang menunjukkan dampak negatif dari kebijakan mereka.

Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Zuckerberg di Persidangan: Media Sosial dan Kesehatan Mental Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!