Waspada Hujan Lebat Akibat Monsun Asia, Siapkan Diri Yuk!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan imbauan untuk masyarakat agar mewaspadai peningkatan curah hujan yang diprediksi berlangsung hingga 21 Februari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Hal ini terjadi akibat penguatan Monsun Asia yang mendorong terbentuknya awan konvektif di beberapa wilayah di Indonesia, berpotensi membawa hujan dengan intensitas berbeda.
Fenomena Monsun Asia mengalirkan angin barat, yang menyebabkan pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di pulau-pulau seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.
"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat," kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa penguatan Monsun Asia juga berkaitan erat dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terlihat di fase Samudera Hindia.
Selain itu, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby turut berperan dalam menciptakan perlambatan dan belokan angin, khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah yang berpotensi tinggi mengalami hujan lebat, termasuk Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, dan Jawa Timur, serta Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan pada hari ini, Kamis (19/2).
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Pantuan terus berlanjut, dan pada tanggal 20-21 Februari, potensi hujan tinggi tetap ada di Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masyarakat di wilayah-wilayah ini diingatkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan siaga menghadapi kemungkinan hujan lebat.
Data dari BMKG mengindikasikan bahwa hujan lebat bisa berpotensi menyebabkan banjir dan longsor, terutama di daerah-daerah dengan infrastruktur yang rentan.
Ida Pramuwardani, Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan akibat hujan lebat.
"Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: