Indonesia Berupaya Maksimalkan Potensi Ekonomi Haji dan Umrah
Setiap tahun, lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia bertolak ke Tanah Suci, sedangkan ibadah umrah melibatkan lebih dari 1,5 juta jemaah.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Di balik angka tersebut, terdapat peluang besar untuk mengembangkan ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah, meliputi sektor akomodasi, transportasi, dan layanan lainnya.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah merancang BPKH Limited untuk investasi langsung dalam ekosistem haji dan umrah.
M. Arief Mufraini, Anggota BPKH Bidang Investasi Langsung, menjelaskan, "Orientasi awal pembentukan BPKH Limited adalah investasi langsung di ekosistem haji dan umrah."
Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan dapat bertransformasi menjadi pemain strategis dalam rantai nilai ekonomi haji dan umrah.
Revisi regulasi juga diusulkan untuk mempermudah pengelolaan keuangan haji yang lebih komprehensif.
BPKH mulai mengelola aset investasi seperti hotel dan sarana transportasi demi memberikan imbal hasil bagi jemaah.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Menurut Kepala BP BPKH, Fadlul Imansyah, pengembangan ini bukan bertujuan untuk komersialisasi ibadah, melainkan untuk menciptakan tata kelola ekonomi yang efisien.
"Kedaulatan ekonomi haji bukan komersialisasi ibadah, tetapi tata kelola ekonominya harus profesional, efisien, dan berpihak kepada jemaah," tegasnya.
Dengan pendekatan yang strategis, diharapkan nilai ekonomi yang terdistribusi akan memberikan manfaat langsung bagi para jemaah haji.
Rencana pengembangan Kampung Haji menjadi bagian penting dari strategi memperkuat posisi Indonesia di ekosistem haji global.
Pengembangan ini mencakup pembuatan ekosistem terpadu yang mendukung layanan, logistik, serta aktivitas ekonomi bagi para jemaah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: