Keputusan Kontroversial di Laga Inter vs Juventus Berujung Ancaman terhadap Wasit
Wasit Federico La Penna, yang memimpin pertandingan antara Inter Milan dan Juventus, kini tengah dalam kondisi terancam setelah memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu. Keputusan tersebut berujung pada kekalahan Juventus 2-3 yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Setelah pertandingan pada 15 Februari 2026, La Penna menerima ancaman kematian yang membuatnya dan keluarganya merasa tidak aman. Berbagai pesan kebencian juga mengalir selepas keputusan yang dianggap kontroversial ini.
Dalam laga yang berlangsung di Milan, Federico La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu setelah menilai adanya pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni. Keputusan ini diambil tanpa peninjauan VAR, menyebabkan perdebatan di kalangan penggemar dan analis.
Kartu merah tersebut membuat Juventus bermain dengan sepuluh pemain, yang berkontribusi besar terhadap hasil akhir pertandingan. Kekalahan 2-3 bagi Juventus menambah ketegangan di internal klub dan di kalangan pendukung.
Kondisi ini tidak hanya merugikan tim secara performa, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis bagi para pemain dan jajaran pelatih. Penilaian wasit yang dianggap merugikan ini membuat banyak pihak merasa tidak puas.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Selepas pertandingan, protes keras datang dari petinggi Juventus, termasuk pelatih Luciano Spalletti serta kapten tim Giorgio Chiellini. Mereka mendorong untuk adanya evaluasi terhadap keputusan wasit tersebut dan berharap situasi ini tidak terulang.
Namun, berita mengejutkan menyusul ketika La Penna dilaporkan menerima ancaman kematian, termasuk pesan berisi 'Aku akan menembakmu' dan 'Kami tahu di mana kamu tinggal'. Pemberitaan ini tentu menambah suasana tegang di kalangan petugas pertandingan dan wasit.
Ketakutan akan cedera atau ancaman terhadap keselamatan menjadi isu serius dalam dunia sepak bola saat ini. Kejadian ini menyoroti kebutuhan akan perlindungan lebih bagi para wasit dalam menjalankan tugasnya.
Menanggapi ancaman tersebut, Wakil Presiden Asosiasi Wasit Francesco Massini memberikan pernyataan tegas. Ia mengecam keras tindakan ancaman yang diterima La Penna, menyebutnya sangat tidak sportif dan melanggar etika olahraga.
Massini menegaskan bahwa wasit harusnya bisa bertugas tanpa rasa takut atas keputusan yang mereka ambil. Ia berharap bahwa kejadian yang menimpanya tidak akan terulang di masa depan.
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Wasit berkomitmen untuk memberikan perlindungan lebih kepada La Penna. Mereka tengah mengevaluasi langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan wasit dalam menjalankan tugasnya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: