Komitmen Indonesia dalam Mendukung Palestina: Pertemuan Menlu RI dan Wakil Tetap Palestina di PBB
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, berkesempatan untuk bertemu dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, di New York pada hari Senin (16/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina dalam mencari perdamaian yang adil.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Kegiatan ini dilaksanakan menjelang keikutsertaan Menlu RI dalam Sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi di Timur Tengah, terutama isu Palestina. Diskusi antara kedua pihak berfokus pada langkah konkret untuk mendukung upaya penyelesaian konflik yang berkepanjangan.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menjalani pertemuan bilateral yang penuh kehangatan. Pertemuan ini menjadi momen berharga untuk membahas perkembangan terkini di Palestina serta prospek perdamaian yang lebih baik.
Sugiono menegaskan pentingnya dukungan Indonesia bagi Palestina, menyoroti pencapaian perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi relevansi pelaksanaan Solusi Dua Negara sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung lama.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Riyad Mansour, Wakil Tetap Palestina, memberikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Menlu RI ke New York. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini semakin mempererat hubungan solidaritas antara Indonesia dan Palestina dalam menghadapi tantangan yang dihadapi rakyat Palestina.
Mansour menekankan, 'Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina, dengan ikatan sejarah yang erat antara kedua bangsa, terutama sejak lahirnya Dasasila Bandung pada tahun 1955'.
Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Diskusi lebih lanjut berfokus pada rencana pembentukan Board of Peace dan pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Sugiono menyatakan, "Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza." Ia menambahkan bahwa Indonesia dapat memulai dengan bantuan kesehatan dan program rekonstruksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: