BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 14:40 WIB

Robot Humanoid Diterjunkan untuk Patroli Perbatasan China

Robot Humanoid Diterjunkan untuk Patroli Perbatasan ChinaRobot Humanoid Diterjunkan untuk Patroli Perbatasan China

China telah meluncurkan penggunaan robot humanoid dalam operasi patroli di perbatasan dengan Vietnam, langkah signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan untuk keamanan nasional.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Robot dengan nama Walker S2 yang dikembangkan oleh UBTech Robotics ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional petugas di perbatasan Fangchenggang.

Inovasi Robot Humanoid di Perbatasan

Robot Walker S2 yang akan diterapkan di perbatasan Fangchenggang dilaporkan memiliki nilai kontrak sekitar 264 juta yuan (sekitar Rp 643 miliar). Robot ini dirancang untuk membantu tugas-tugas di lapangan tanpa menggantikan sepenuhnya peran petugas manusia yang ada.

Fungsionalitas dari robot ini termasuk panduan kerumunan, inspeksi, dan dukungan logistik. Dengan kemampuan mengganti baterai secara otomatis, Walker S2 mampu beroperasi hampir 24 jam non-stop, mencerminkan ambisi negara dalam mengintegrasikan teknologi canggih.

Langkah penerapan robot dalam lingkungan bertrafik tinggi adalah percobaan besar yang bertujuan menjaga arus lalu lintas pengunjung dan kendaraan tanpa gangguan. Keberhasilan proyek ini bisa membuka peluang untuk perluasan sistem serupa di lokasi strategis seperti bandara dan pelabuhan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Dampak dan Relevansi Teknologi di Eropa

Minat terhadap penggunaan robot humanoid juga meningkat di Eropa, terlebih dengan tekanan migrasi yang kian meningkat. Menurut László Palkovics, Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, teknologi ini telah siap untuk produksi massal.

"Teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal," ungkap Palkovics. Ini menunjukkan bahwa Eropa juga bersiap menerapkan teknologi serupa dalam pengawasan perbatasan.

Sejumlah badan penjaga perbatasan Uni Eropa, seperti Frontex, telah mengadopsi beragam teknologi untuk memperkuat sistem pengawasan otomatis berbasis AI, dan penggunaan robot humanoid diharapkan menjadi bagian dari evolusi ini.

Tantangan dan Potensi Pengembangan ke Depan

Meskipun menawarkan potensi efisiensi, penerapan robot humanoid dalam patroli perbatasan tidak lepas dari tantangan, baik dari segi teknologi maupun sosial. Kehadiran robot bisa menimbulkan skeptisisme mengenai isu keamanan dan privasi warga.

Namun, ada peluang besar untuk pengembangan teknologi ini lebih lanjut, terutama dalam sektor publik yang memerlukan pengawasan. "Robot patroli humanoid bisa menjadi langkah berikutnya dalam pergeseran bertahap Eropa menuju pengendalian perbatasan otomatis yang didukung AI," ujar laporan terkait.

Dengan kemajuan teknologi, implementasi robot humanoid di sektor keamanan diharapkan bisa menjadi model bagi negara-negara lain yang mempertimbangkan inovasi serupa.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Robot Humanoid Diterjunkan untuk Patroli Perbatasan China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!