BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:16 WIB

Detak Jantung Kota: Pembunuhan Pelajar SMP di Bandung dan Penangkapannya

Detak Jantung Kota: Pembunuhan Pelajar SMP di Bandung dan PenangkapannyaDetak Jantung Kota: Pembunuhan Pelajar SMP di Bandung dan Penangkapannya

Polisi berhasil menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam pembunuhan siswa SMPN 26 Bandung. Korban, seorang siswa berinisial ZAAQ (14), ditemukan tewas di semak-semak setelah dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Penemuan jasad ini mengejutkan masyarakat setempat, terutama karena terjadi di lokasi yang biasa digunakan untuk bersantai. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa penemuan ini menciptakan duka mendalam dan kepanikan di kalangan warga.

Detik-detik Penemuan Jasad Korban

Jasad ZAAQ ditemukan oleh sekelompok orang yang sedang melakukan siaran langsung di aplikasi TikTok di eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya korban dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Setelah pihak berwenang mengidentifikasi jasad, mereka segera melakukan penyelidikan intensif. Polisi memastikan bahwa korban telah dibunuh oleh dua pelaku yang merupakan teman dekatnya.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Penangkapan Pelaku dan Motif di Balik Tindakan Keji

Dua pelaku, YA (16) dan AP (17), ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, setelah melarikan diri ke Tasikmalaya. Kapolres Niko mengungkapkan bahwa pelaku sempat berpindah-pindah sebelum akhirnya diringkus oleh Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi.

Menurut pengakuan pelaku YA, ia memiliki dendam terhadap korban karena hubungan pertemanan mereka yang telah berakhir. 'Dendam ini melatarbelakangi tindakan keji yang terjadi,' tegas Niko kepada wartawan.

Reaksi Pihak Sekolah dan Penyelidikan Lanjutan

Kadisdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyebut bahwa korban tidak memiliki catatan masalah di sekolah. 'Anak itu dari catatan BK tidak ada masalah,' jelasnya, menandakan betapa mengejutkannya peristiwa ini bagi pihak sekolah.

Asep juga menambahkan bahwa pihak sekolah merasa prihatin karena tidak ada kabar dari korban atau keluarganya selama beberapa hari. 'Setelah itu tidak ada kabar lagi,' ungkapnya, sementara penyidik masih menggali lebih dalam terkait dinamika antara para pelaku dan korban.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Detak Jantung Kota: Pembunuhan Pelajar SMP di Bandung dan Penangkapannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!