BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:55 WIB

Menggali Lebih Dalam: Serangan Jantung vs Kematian Jantung Mendadak

Menggali Lebih Dalam: Serangan Jantung vs Kematian Jantung MendadakMenggali Lebih Dalam: Serangan Jantung vs Kematian Jantung Mendadak

Banyak orang sering salah paham antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Kenyataannya, kedua kondisi ini memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Menurut Dr. Ardian Rizal, kondisi kematian jantung mendadak berhubungan dengan sistem elektrik jantung, sementara serangan jantung terkait dengan penyumbatan aliran darah di pembuluh koroner.

Perbedaan Dasar antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak

Dr. Ardian Rizal menjelaskan bahwa perbedaan utama antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak terletak pada fungsi jantung yang mengalami kegagalan. Kematian jantung mendadak biasanya disebabkan oleh gangguan listrik jantung, sedangkan serangan jantung lebih banyak disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah.

Data medis menunjukkan bahwa sekitar 26,3 persen kematian jantung disebabkan oleh gangguan irama jantung atau aritmia. Meskipun seseorang terlihat sehat, mereka bisa saja berisiko terkena masalah jantung yang serius.

Edukasi mengenai gejala dari kedua kondisi ini menjadi sangat penting. Mengetahui tanda-tanda awal seperti detak jantung yang tidak teratur bisa menghindarkan seseorang dari konsekuensi yang fatal.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Kasus Atlet: Kolaps Saat Bertanding

Fenomena atlet profesional yang kolaps di lapangan menjadi contoh nyata perbedaan antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Kasus ini seringkali berhubungan dengan aritmia yang menyebabkan henti jantung mendadak, bukan akibat sumbatan aliran darah.

Menurut Dr. Ardian, gangguan irama jantung ini tidak memandang usia maupun kondisi fisik. Dia menyatakan, 'Pasien dengan gangguan irama jantung fatal peluang bertahan hidupnya kurang dari satu persen jika tidak segera tertangani.'

Sementara itu, kasus lain di mana kerusakan otot jantung menyebabkan gangguan elektrik juga perlu dicermati. Edukasi tentang bahaya aritmia dan pencegahannya menjadi krusial.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Dr. Ardian menekankan pemahaman gejala gangguan irama jantung sebagai langkah dasar dalam deteksi dini. Hal ini dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko kematian mendadak akibat aritmia.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkonsultasi dengan spesialis jantung juga sangat dianjurkan. Pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner harus lebih waspada terhadap gejala yang bisa muncul.

Pendidikan mengenai tanda-tanda awal serta tindakan yang tepat saat gejala muncul sangat penting untuk mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan jantung mereka.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menggali Lebih Dalam: Serangan Jantung vs Kematian Jantung Mendadak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!