Presiden Prabowo: Hukum Harus Tetap Objektif, Bukan Alat Politik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan dengan objektif dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Ia mengingatkan pentingnya keadilan dalam proses hukum dan menegaskan bahwa 'hukum tidak boleh dipakai alat untuk mecari lawan politik'. Hal ini menunjukkan komitmen jelasnya untuk mencegah penyalahgunaan hukum.
Dalam pidatonya, Prabowo berbicara tegas mengenai praktik penyalahgunaan hukum. Ia menyatakan, 'Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjain lawan politik. Tidak boleh. Dan saya tidak mau dan saya sudah buktikan ya.'
Pernyataan tersebut menggambarkan dedikasinya dalam menjaga integritas hukum dan menegaskan komitmennya untuk mencegah praktik-praktik tidak etis dalam sistem peradilan.
Selain itu, Prabowo juga menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus mematuhi hukum. 'Saudara-saudara, jadi kita bertekad ya, saya bertekad, patuhi hukum! Tidak ada kompromi,' ujarnya.
Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa putusan dari pengadilan harus adil dan tanpa keraguan. Ia memperingatkan bahwa, 'Kalau ada kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah, kita tidak boleh memberi keputusan yang final kepada mereka itu.'
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Dalam konteks ini, Prabowo memberikan contoh mengenai kebijaksanaan dalam sistem hukum, di mana pengampunan bisa menjadi langkah tepat ketika situasi mengharuskannya.
'Saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu,' ungkapnya, menunjukkan keberaniannya dalam membuat keputusan.
Hal ini mencerminkan pandangannya yang lebih luas akan perlunya keseimbangan antara penegakan hukum dan keadilan.
Sebagai pemimpin, Prabowo berkomitmen untuk menjamin kepastian hukum di Indonesia. Ia mengatakan, 'Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita.'
Pernyataan ini menunjukkan tekadnya untuk menciptakan iklim hukum yang kondusif bagi masyarakat.
Prabowo juga menekankan pentingnya adanya pemerintah yang bersih dan adil. 'Saya pelajari sejarah, tidak ada negara berhasil tanpa pemerintah yang bersih dan adil,' kata Prabowo, mengingatkan akan relevansi antara tata kelola yang baik dan kesuksesan suatu negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: