Kelahiran Pertama Pangeran Brunei: Tradisi dan Protokol Kerajaan
Pangeran Abdul Mateen Hassanal Bolkiah dari Brunei dan Putri Anisha Rosnah Adam baru saja mengumumkan kelahiran putri pertama mereka. Pengumuman bersejarah ini disampaikan pada Minggu, 8 Februari 2026, diiringi prosesi tradisional yang meriah.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Kelahiran sang putri dirayakan dengan tembakan 17 meriam dari Istana Nurul Iman, menandakan sukacita dalam keluarga kerajaan. Dalam media sosial, Pangeran Mateen menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang telah membantu selama proses kelahiran.
Kebahagiaan Pangeran Abdul Mateen dan Putri Anisha memang luar biasa saat kelahiran anak pertama mereka dirayakan dengan penuh kemeriahan. Tradisi tembakan meriam dilakukan di halaman Istana Nurul Iman, sebagai simbol perayaan besar dalam keraton Brunei.
Sebanyak 17 meriam ditembakkan, menunjukkan betapa signifikan momen ini bagi keluarga kerajaan. Ini merupakan cara kerajaan Brunei untuk mengekspresikan sukacita saat menyambut anggota baru dalam keluarga.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Walaupun kelahiran ini disambut hangat, penting untuk dicatat bahwa sang bayi tidak termasuk dalam garis suksesi takhta Brunei. Menurut Proklamasi Suksesi dan Regency tahun 1959, hanya anak laki-laki yang berhak atas takhta.
Aturan ini menimbulkan perhatian di masyarakat Brunei, khususnya mengingat posisi Pangeran Abdul Mateen sebagai putra Sultan Hassanal Bolkiah. Hal ini menggarisbawahi pentingnya memahami hukum pewarisan yang berlaku di kerajaan.
Sebagai latar belakang, Pangeran Abdul Mateen dan Putri Anisha menikah dalam perayaan megah yang berlangsung selama sepuluh hari pada Januari 2024. Keduanya kemudian mengumumkan kehamilan Putri Anisha pada Oktober 2025, menambah hiruk-pikuk di kalangan masyarakat.
Pernikahan mereka dianggap sangat spektakuler dan diharapkan dapat berkontribusi positif bagi perkembangan sosial dan budaya di Brunei, menciptakan harapan akan masa depan yang lebih baik dalam keluarga kerajaan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: