CEO Instagram Tegaskan Beda Kecanduan Media Sosial dan Penggunaan Berlebihan
Adam Mosseri, CEO Instagram, memberikan penjelasan penting dalam sidang tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental pengguna.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ia menekankan bahwa ada perbedaan mendasar antara kecanduan klinis dan penggunaan berlebihan yang seringkali disalahartikan dalam diskusi publik.
Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Los Angeles mendalami gugatan terhadap Meta, perusahaan induk Instagram, serta platform media sosial lainnya seperti YouTube, TikTok, dan Snap.
Gugatan ini mengklaim bahwa berbagai desain dan fitur, termasuk 'infinite scroll', dapat membahayakan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Dalam keterangannya, Mosseri membedakan penggunaan berlebihan dari istilah 'kecanduan', dengan menyatakan bahwa 'Kata 'terlalu banyak' relatif dan bersifat pribadi.'
Ia berargumen bahwa setiap individu memiliki batasan berbeda dalam berinteraksi dengan media sosial, dan tidak ada satu ukuran yang dapat diterapkan pada semua orang.
Pengacara yang mewakili penggugat, Mark Lanier, menantang Mosseri mengenai tanggung jawab perusahaan dalam desain fitur-fitur yang punya potensi merugikan pengguna muda.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Mosseri mengakui pentingnya perlindungan anak sebagai prioritas perusahaan, tetapi juga menekankan bahwa keberlanjutan bisnis tidak kalah penting.
"Secara umum, kami harus fokus pada perlindungan anak di bawah umur," ungkapnya, menekankan bahwa langkah-langkah perlindungan jangka panjang juga dapat bermanfaat bagi perusahaan.
Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil perusahaan harus mendukung kesehatan pengguna sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.
Saat dihadapkan dengan bukti berupa email dari eksekutif Meta yang membahas larangan filter digital yang menyerupai operasi plastik, Mosseri menjelaskan bahwa perusahaan akhirnya memutuskan untuk melarang efek tersebut.
Ia menyatakan bahwa kesehatan mental pengguna menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini, menunjukkan kesadaran perusahaan akan dampak sosial dari fitur yang mereka kembangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: