Hati-hati! Jangan Telepon Kembali Nomor Ini, Bisa Rugi Besar
Dalam era komunikasi modern, penipuan melalui telepon semakin mengkhawatirkan. Masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru menelpon kembali nomor asing yang tidak dikenal, karena risikonya bisa merugikan.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Penipuan ini memanfaatkan rasa penasaran calon korban, yang dapat mengarah pada kerugian finansial yang signifikan jika melakukan panggilan balik.
Penipuan via missed call umumnya dilakukan oleh oknum dengan nomor asing. Praktik ini mengingatkan kita pada metode penipuan wanagiri yang sempat ramai di Indonesia pada tahun 2018.
Pelaku telepon tidak terjawab untuk membangkitkan rasa penasaran calon korban, sehingga mereka merasa perlu untuk menelpon kembali. Sayangnya, langkah ini bisa mengakibatkan tarif telepon internasional yang tinggi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperingatkan bahwa panggilan internasional sering kali dibebankan tarif ekstra. Biaya tersebut akan sepenuhnya dinikmati oleh pelaku penipuan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Komdigi menyarankan masyarakat untuk selalu memeriksa nomor panggilan. Khususnya jika nomor tersebut menggunakan kode negara lain yang berbeda dari kode Indonesia, yaitu +62.
Sangat disarankan agar jangan langsung menelpon kembali jika nomor tersebut bukan dari dalam negeri. 'Jika nomor tersebut berasal dari internasional, lebih baik cek kembali, apakah nomor tersebut terasa familiar atau tidak,' ungkap Kementerian.
Selain itu, masyarakat bisa memanfaatkan search engine untuk mencari informasi terkait pemilik nomor telepon yang mencurigakan. Ada juga beberapa aplikasi yang dapat membantu melacak identitas pemilik nomor.
Dengan meningkatnya angka kasus penipuan melalui telepon, kewaspadaan masyarakat menjadi sangat penting. Edukasi tentang modus-modus penipuan harus terus ditingkatkan untuk menekan angka kejahatan ini.
Kementerian juga mendorong pengguna untuk melaporkan nomor-nomor yang dicurigai sebagai penipuan kepada pihak berwenang. Dengan cara ini, tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih efektif.
Memahami modus penipuan dan memiliki informasi yang akurat sangat penting untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: